(Beritadaerah – Jakarta) Pemerintah mendorong ekosistem dan pengembangan stratup lokal agar semakin berdaya saing tinggi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan UMG Idealab dan ALTIRA secara resmi membuka pendaftaran Kompetisi Pitch Startup Nasional “HighPitch 2020” mulai 19 Oktober 2020 sebagai upaya menghubungkan perusahaan modal ventura (VC) dengan para pelaku ekosistem startup di Indonesia.

Turut mendukung program kompetisi ini sebagai mitra adalah Amazon Web Services, Compasslist, GK-Plug and Play, Shinhan Future’s Lab Indonesia, dan Asosiasi Modal Ventura Indonesia untuk Startup (Amvesindo). Pendaftaran untuk High Pitch Kompetisi Startup Online 2020 dapat secara langsung melalui situs web (https://highpitch.id/). Batas waktu pendaftaran dimulai pada Senin 19 Oktober dan ditutup pada Selasa, 3 November 2020.

Meski pandemi sedang berlangsung, terbukti masyarakat masih bisa berkarya secara kreatif dalam upaya mendorong perekonomian, demikian pernyataan dari Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim di Jakarta.

“Pada masa pandemi seperti sekarang ini, bukan berarti kita hanya berdiam diri. Perekonomian tetap harus bergerak, salah satunya dengan kegiatan high pitch yang kami lakukan secara online, untuk mempertemukan para pelaku startup dengan sumber permodalan,” kata Hanifah dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id Kamis (22/10).

Dijelaskan oleh Hanifah bahwa kompetisi pitching online saat ini menerima pendaftaran bagi semua startup dan UKM Indonesia yang memiliki potensi tinggi untuk tumbuh dan berdampak positif bagi pengguna, pelanggan, pengguna, dan industri secara keseluruhan.

Hanifah katakan bagi para pelaku usaha startup yang berbasis di Indonesia, didorong untuk mendaftarkan startup-nya di situs web “High Pitch”, dan agar memenuhi syarat, mereka harus menerapkan sistem atau teknologi dalam model bisnis mereka dan bergerak dalam salah satu dari 25 sektor industri sesuai kriteria.

Sementara itu, Founder UMG IdeaLab, Kiwi Aliwarga, menjelaskan kompetisi ini sebagai ajang yang saling menguntungkan yang akan semakin memperkuat jaringan VC dan startup dengan Kemenparekraf sebagai salah satu penghubung utama industri.

Sedangkan CEO ALTIRA Adriani Onie, mengatakan bahwa meskipun menghadapi masa-masa sulit ini, dia yakin COVID-19 telah mengajarkan dan mendorong pendiri perusahaan untuk lebih memikirkan tentang ketahanan dan keberlanjutan usahanya, serta menyeimbangkannya dengan pertumbuhan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.