(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Berbagai jenis wisata alam ada di negeri kita Indonesia yang indah ini. Pernah berkunjung ke hutan mangrove? Di Tarakan – Kalimantan Utara terdapat tempat wisata Hutan Mangrove yang sangat sejuk, terawat, dan masih sangat alami. Hutan ini terletak di jalan Gajah Mada di Kota Tarakan,  dikenal sebagai paru-paru Kota Tarakan serta sebagai pelindung dari abrasi air laut.

Keterangan seputar kawasan konservasi Mangrove dan Bekantan dari Disbudparpora (Foto: Irma/ Beritadaerah)

Hutan Mangrove Tarakan atau kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) tidak saja menyuguhkan keasrian suasana hutan nan alami, di lokasi ini pengunjung dapat berjumpa dengan satwa endemic yaitu bekantan. Bekantan adalah species kera langka khas Kalimantan yang termasuk satwa yang dilindungi.
Pengunjung dapat menikmati suasana hutan dengan menyusuri jalan setapak yang terbuat dari kayu ulin berbentuk jembatan panjang di kawasan Hutan Mangrove. Sangat eksostik dan instagramabel. Rata-rata pengunjung datang ke lokasi ini ingin berjumpa dengan Bekantan. Namun tidak semua pengunjung bisa bertemu dengan Bakantan. Karena satwa ini tergolong satwa pemalu sehingga dia lebih senang menyembunyikan diri di atas pohon. Bekantan akan turun ketika petugas memberi mereka makan. Itu sebabnya jam buka kawasan ini adalah saat petugas memberi makan Bekantan sekitar jam 09.00-10.00 atau makan sore jam 15.00.

Bekantan di Hutan Mangrove Tarakan (Foto: Irma/ Beritadaerah)

Bekantan disebut Nasalis larvatus dalam bahasa Latin, atau disebut juga Long-Nosed Monkey atau Proboscis Monkey dalam bahasa Inggris . Kira-kira seperti apa penampakan Bekantan ini? Tidak seperti monyet – monyet yang lain. Bekantan memiliki hidung yang agak besar (mancung). Tidak heran ada julukan khusus bagi Bekantan yang mengundang senyum simpul yaitu Monyet Belanda. Monyet Belanda ini berasal dari Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Sampai saat ini di lokasi Hutan Mangrove terdapat sekitar 37 ekor Bekantan.

Di kawasan Hutan Mangrove selain memiliki fauna yang unik, bisa disaksikan juga aneka flora yang sangat menakjubkan menghiasi kawasan hutan mangrove ini. Hutan mangrove ini didominasi dengan tanaman bakau. Panoramanya menggambarkan kehijauan pohon-pohon yang asri dan rindang. Perpaduan antara hutan mangrove dan aneka pepohonan yang beraneka ragamnya. Sangat mempesona. Karena kekayaan faunanya, Hutan Mangrove Tarakan dijadikan laboratorium hidup oleh para peneliti dalam dan luar negeri.
Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) ini berlokasi di jantung kota, sangat mudah dijangkau, sangat mudah ditemukan oleh para pengunjung lokal dan mancanegara.

Irma /Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani