(Beritadaerah – NTB) Ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan aiar bersih warga dan kegiatan pertanian merupakan kunci pembangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk menopang tersebut, pemerintah membangun beberapa bendungan di Provinsi NTB, salah satunya adalah Bendungan Bintang Bano dan merupakan proyek infrastruktur yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Nantinya bendungan ini akan menjadi bendungan terbesar di Provinsi NTB. Pembangunan dari bendungan tersebut dipercayakan kepada PT Hutama Karya (Persero). Setelah sebelumnya turut serta dalam pembangunan tahap pertama, kini Hutama Karya melanjutkan pembangunan tahap kedua berupa penyelesaian bendungan utama dan pembangunan saluran pelimpah (spillway) bendungan dengan total nilai kontrak sebesar Rp 379 miliar, dimana porsi Hutama Karya sebesar Rp 132,6 miliar. Bendungan Bintang Bano Bendungan ini mampu menampung 65,84 juta m3 air.

Pada proyek pembangunan Bendungan Bintang Bano lanjutan ini, lingkup pekerjaan Hutama Karya sebagai kontraktor antara lain adalah pekerjaan galian tanah dan batu, pekerjaan hidromekanikal (radial gate dan stoplog), pembangunan spillway dan jembatan spillway, pembangunan jalan akses, normalisasi sungai, pekerjaan shotcrete, pembangunan fasilitas umum dan pekerjaan landscape.

Bendungan multifungsi ini sudah dinantikan kehadirannya oleh warga sekitar karena akan memacu pertumbuhan agribisinis di Sumbawa Barat. Tak hanya itu, aliran air dari Bendungan Bintang Bano juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik minihidro 2 x 4,4 Megawatt yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumbawa Barat, demikian yang dijelaskan oleh Direktur Operasi II Hutama Karya Novias Nurendra.

“Saat semua pekerjaan telah selesai dan dapat beroperasi penuh, bendungan ini akan mampu mengairi 6.695 hektar lahan pertanian di sekitarnya serta menjadi sumber air baku dengan debit air 555 liter per detik. Selain itu juga bisa berfungsi sebagai pengendali banjir dari luapan air Sungai Brang Rea sebesar 21,13 juta meter kubik,” kata Novias yang dikutip laman BUMN, Senin (19/10).

Menyadari besarnya manfaat bendungan ini, Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu agar masyarakat dapat segera merasakan dampak positif dari bendungan tersebut. Saat ini pekerjaan bendungan lanjutan masih dalam tahap persiapan sambil menunggu pengiriman logisitik serta koordinasi dengan pemerintah dan warga setempat.

Ditambahkan oleh Novias dalam pelaksanaan selama masa pandemi, proyek tetap berjalan seperti biasa dengan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Nantinya selain untuk menopang pengairan lahan pertnaian, bendungan ini juga difungsikan sebagai penyediaan air bersih, pembangkit listrik, kegiatan konsevasi, perikanan dan pariwisata.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts