(Beritadaerah – Nasional) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara sampaikan bahwa dengan kondisi belanja negara saat ini yang meningkat sementara penerimaan negara sedang mengalami tekanan, maka pemerintah lakukan sejumlah perubahan kebijakan pada defisit APBN untuk membiayai penanganan pandemi, juga upaya untuk terus melanjutkan prioritas pembangunan pemerintah. Wamenkeu menyampaikannya pada acara Webinar Talkshow dengan tema “Giatkan Literasi Investasi, Bangkitkan Ekonomi Negeri” secara virtual pada hari Sabtu (17/10).

Tujuan dari pemerintah mengeluarkan seperangkat kebijakan ini adalah untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini sekaligus mempercepat pemulihan ekonominya.

Wamenkeu juga mengungkapkan bahwa salah satu kunci untuk menghindari middle income trap adalah dengan investasi. Investasi pada produk keuangan yang dilakukan oleh masyarakat pada tataran individu adalah suatu hal yang baik dan perlu untuk terus digalakkan pemahaman mengenai hal tersebut. Sementara itu, Wamenkeu juga mengatakan bahwa pemerintah menyediakan produk investasi yang terjamin dan bisa dibeli oleh masyarakat Indonesia.

“Pemerintah sebagai pihak yang hadir di tengah-tengah perekonomian, itu juga termasuk yang melakukan kegiatan pembiayaan dan menyediakan produk-produk untuk investasi. Kita berharap produk-produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah itu dibeli oleh penduduk kita sendiri,” demikian disampaikan Wamenkeu.

Definisi penduduk Indonesia adalah orang-orang yang tinggal, bekerja, dan yang menikmati semua fasilitas dan kekayaan di Indonesia, demikian dijelaskan oeh Wamenkeu. Dengan adanya produk-produk investasi keuangan yang disediakan oleh Pemerintah, maka masyarakat mendapatkan kesempatan untuk berinvestasi. Di sisi lain yang sangat positif adalah negara mendapat kesempatan untuk membangun lebih cepat.

Produk investasi yang bisa dibeli oleh masyarakat adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Wamenkeu mengatakan bahwa ORI memang didesain untuk lebih menarik partisipasi serta minat masyarakat dalam membelinya. Tujuan penerbitan ORI lainnya adalah untuk membiayai anggaran negara, diversifikasi sumber pembiayaan, mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis investor.