(Beritadaerah – Sumatera) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) mendukung upaya pemerintah dalam program ketahanan pangan, salah satunya dengan model SPEECTRA (Special Area for Conservation and Fish Refugia).

SPEECTA merupakan optimalisasi pengelolaan di perairan rawa dengan cara memaksimalkan fungsi lebung buatan untuk mendukung peningkatan produksi rawa banjiran. Penerapan model SPEECTA telah dilakukan oleh BRSDM di Patra Tani, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

Perairan rawa banjiran (flood plain area) mempunyai posisi strategis dan berfungsi sebagai tempat spawningnursery dan feeding ground untuk ikan. Pemanfaatan rawa banjiran dapat memberikan manfaat dalam pemenuhan sumber pangan yang berasal dari ikan dan mencukupi kebutuhan gizi masyarakat dari protein ikan.

“Manusia diberikan kecerdasan intelektual yang luar biasa. Apa yang sudah diberikan Tuhan, wajib kita pelajari dan kembangkan untuk kemaslahatan kita bersama. Kita sama-sama kerja keras bagaimana ciptaan Tuhan di perairan darat bisa dinikmati oleh generasi selanjutnya. Mempelajari perikanan, jangan hanya teori ada gambarnya saja, tapi bentuk asli ikannya harus ada,” ujar Kepala BRSDM Sjarief Widjaja yang dikutip laman KKP, Minggu (18/10).

Menurut Sjarief, konsep pengelolaan rawa banjiran yang dilakukan di Patra Tani memberi manfaat untuk restocking di alam, khususnya sungai Musi, karena model yang dibuat dapat mengatur pola buka tutup pintu air pada saat-saat tertentu dan membiarkan anakan ikan keluar dari lokasi Patra Tani masuk ke sungai. Model SPEECTRA ini merupakan yang pertama di Sumsel dan tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan di daerah lainnya sebagai tempat sumber plasma nutfah untuk lingkungan sekitarnya.

Sedangkan Kepala Pusat Riset Perikanan Yayan Hikmayani mengatakan, Patra Tani merupakan wilayah lahan rawa marjinal, yang telah dimodifikasi dan dikerjakan oleh Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluh Perikanan (BRPPUPP) Palembang. Hasil modifikasi tersebut dijadikan percontohan suatu model pengelolaan perikanan dengan sistem rawa banjiran.

Sementara itu Plt. Bupati Muara Enim Juarsah mengaku sangat bangga dan bersyukur bahwa Kabupaten Muara Enim dipilih sebagai salah satu lokasi instalasi BRPPUPP Palembang. Tak hanya itu, rasa syukur ini pun, lanjut Juarsah, berlipat ganda dengan akan dijadikannya model konservasi dan pengelolaan perikanan perairan darat, khususnya tipe daerah rawa banjiran atau SPEECTRA.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts