(Beritadaerah – Banyuangi) Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan bantuan dari Presiden Joko Widodo kepada 70.000 usaha mikro yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk tahap pertama Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) telah diberikan kepada 5.812 pelaku mikro dari dari 70.177 usaha mikro di Banyuwangi.

Usai menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut dan sekaligus meninjau usaha mikro penerima manfaat di Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (15/10), Bupati Anas mengatakan para pelaku mikro yang telah diverifikasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) dalam waktu dekat akan segera mendapat bantuan tersebut sebesar Rp 2,4 juta.

“Terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memperhatikan usaha mikro di Banyuwangi. Tentu bantuan ini sangat berguna bagi usaha mikro, terutama sebagai bantalan di tengah pandemi COVID-19. Ini program yang sangat bagus dari Pak Jokowi,” ujar Anas yang dikutip laman Banyuwangikab, Jumat (16/10).

Anas pun mendorong agar para penerima bisa memanfaatkan bantuan tersebut untuk penguatan modal usaha dan berharap banpres ini dimanfaatkan dengan baik untuk pengembangan usaha. Misalnya, bagi penjual makanan bisa digunakan untuk membeli etalase agar warungnya lebih rapi, makanannya pun lebih higienis dan sehat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Nanin Oktaviantie menambahkan, pada tahap I (Agustus-September), ada 70.177 usaha mikro di Banyuwangi yang dinyatakan lolos verifikasi oleh Kemenkop-UKM. Mereka dari usaha mikro yang beragam.

Nanin pun terus mendorong agar usaha mikro memanfaatkan banpres ini untuk meningkatkan usahanya. Dia mengimbau agar usaha mikro yang belum mendapatkan segera mendaftarkan diri melalui Diskop-UM dan Perdagangan Banyuwangi. Karena saat ini pemerintah pusat telah menambah kuota dan memperpanjang masa pendaftarannya.

Program ini pun disambut baik para penerima, salah satunya oleh Farida. Sebagai pelaku mikro pembuat rempeyek yang tinggal di Kelurahan Singotrunan, Farida sangat bersyukur bisa mendapatkan Banpres Rp 2,4 juta dari pemerintah.

Farida mengaku, saat pandemi pesanan rempeyeknya memang mengalami penurunan. Jika biasanya omsetnya bisa mencapai Rp 600 ribu per minggu, selama pandemi hanya sekitar Rp. 400 ribu per minggu.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts