(Beritadaerah – Kolom) Bagaimana meningkatkan ekonomi? Jawaban sederhananya Indonesia memerlukan investasi. Inilah yang saya terangkan pada saat diskusi dengan para peserta daerah yang ingin ekonomi daerahnya bertumbuh. Dalam mesin pertumbuhan ekonomi dikenal formula incremental capital output ratio. Formula sederhana ini menyebutkan pertambahan pada capital atau modal maka akan meningkatkan pertambahan pendapatan. Dalam konteks daerah maka peningkatan investasi membuat pertumbuhan PDB atau pertumbuhan ekonomi.

Meningkatnya sebuah ekonomi diukur dari pertumbuhan PDB ini, dimana ukuran yang lebih berkait dengan masyarakat disebut dengan pendapatan per-kapita. Inilah yang kita bersama usahakan untuk Indonesia masuk sebagai negara maju. Tahun 2019 Indonesia mencapai USD 4.160 perlu kerja keras untuk mencapai Indonesia Maju, dimana rata-rata PDB per-kapita sebesar USD 48.250. Bagaimana caranya? Indonesia perlu pertambahan modal untuk mencapainya. Itulah sebabnya banyak hal yang mempermudah penanaman modal perlu dilakukan. Ketika dunia semakin masuk dalam globalisasi maka sebenarnya persaingan menjadi sangat terbuka, pengusaha Indonesia pun bisa menanamkan modal di negara lain bila dipandang nyaman dalam melakukan bisnis.

EASE OF DOING BUSINESS 2020

Sumber : World Bank

Kalau melihat dari indikator bagaimana kenyamanan berbisnis di Indonesia, maka terlihat Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangganya. Indonesia tertinggal bahkan dari Vietnam. Laporan ini bisa memberikan kejelasan mengapa pemerintah merasakan perlunya ada pembenahan di Indonesia. Apakah sudah dilakukan pembenahan? Sudah, tapi belum cukup.

THE BIG PICTURE – REFORMS MAKING IT EASIER TO DO BUSINESS IN FAIR BIZ COUNTRIES

Sumber: World Bank

Data ini menunjukkan Indonesia menjadi negara yang banyak melakukan reformasi untuk mempermudah bisnis dan investasi pada era kepemimpinan Jokowi. Kemudahan untuk memulai bisnis sudah dengan cepat dilakukan. Kemudahan ini  tidak bicara tentang PMA saja namun PMDN juga sebenarnya mempunyai potensi yang besar. Bahkan kalau bicara pengusaha UMKM maka jumlahnya akan sangat besar.

Pertumbuhan ekonomi, penanaman modal dan UU Cipta Kerja

Sekarang apa hubungannya pertumbuhan ekonomi, penanaman modal dan penciptaan lapangan kerja? Tentu jawaban ini mudah saja, pertumbuhan ekonomi sudah pasti memerlukan penanaman modal dan penanaman modal pastilah menciptakan lapangan kerja dan Indonesia menarik karena banyaknya tenaga kerja usia produktif ada di Indonesia atau yang dikenal bonus demografi. Tujuan inilah yang mendasari mengapa Indonesia memerlukan sebuah reformasi undang-undang yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan. Potensi Indonesia yang besar perlu disertai dengan kesederhanaan dalam pengurusan dengan cepat. Data World Bank masih menyebutkan construction permit di Indonesia masih perlu 200 hari, Indonesia ranking 110 di dunia. Kondisi inilah yang membuat Indonesia memerlukan penyederhanaan undang-undang agar kompetitif bersaing dengan negara lain.

Dengan teknik Omnibus Law, sekitar 80 Undang-Undang dan lebih dari 1.200 pasal bisa direvisi sekaligus hanya dengan satu UU Cipta Kerja yang mengatur multisektor. UU cipta kerja memiliki 11 klaster yaitu: penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, pengadaan lahan, kemudahan berusaha, dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan UMKM- investasi dan proyek pemerintah, kawasan ekonomi.

UU Cipta Kerja bermanfaat untuk memperbaiki iklim investasi dan mewujudkan kepastian hukum. Menaikkan kemudahan berusaha dari peringkat 73 tahun 2020 ke posisi 53 dunia. Menghilangkan kebijakan horizontal & vertikal saling berbenturan. Menghilangkan fenomena hyper regulation (regulasi berlebihan), kebijakan yang tidak efisien, UU yang bersifat sektoral, sering tidak sinkron & tidak ada kepastian hukum, indeks regulasi Indonesia masih rendah.

UU Cipta Kerja menciptakan jalan untuk Indonesia memiliki daya saing dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Tidak diragukan lagi kerja keras masih dibutuhkan setelah adanya UU Cipta Kerja ini. Khususnya di masa pandemi ini, para pengusaha tetap tidak berhenti mencari peluang, Indonesia butuh kerja dan pemerintah tidak berhenti untuk memberikan fasilitas. Harapan besar justru ada pada UU Cipta Kerja ini, sebab akan menciptakan lapangan pekerjaan di tengah sulitnya perekonomian, di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Indonesia perlu segera bangkit dan kembali mengejar visi Indonesia maju tercapai pada tahun 2045.

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts