(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut B. Pandjaitan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster melakukan virtual peluncuran (kick off) Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya Restorasi Terumbu karang (ICRG)/ PEN-ICRG (Indonesia Coral Reef Garden) di Bali pada hari Rabu (7/10) sebagai upaya perbaikan ekonomi di Bali.

“Untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19 seperti saat ini, pemerintah meluncurkan PEN yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak COVID-19 terhadap perekonomian, selain penanganan krisis kesehatan sebagai ujung tombaknya,” kata Menko Luhut yang dikutip laman Maritim, Rabu (7/10).

Dalam sambutannya Menko Luhut mengatakan program PEN-ICRG yang akan dipusatkan pada perairan Nusa Dua di samping daerah lainnya seperti Sanur, Serangan, Pantai Pandawa hingga perairan Buleleng dengan luas 50 Hektare merupakan program terbesar yang pernah dilakukan.

Menko Luhut menjelaskan, program PEN ini merupakan respon pemerintah atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi, khususnya  pada sektor informal atau UMKM. Bali, dipilih sebagai salah satu target pemerintah dalam program PEN, sebab provinsi ini sangat bergantung dari sektor Pariwisata di mana kunjungan wisata mancanegara (wisman) saat ini berkurang signifikan.

Sementara itu Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo optimistis program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang di Bali bisa menjadi pengungkit terhadap pemulihan ekonomi masyarakat pesisir. Terlebih program ini dikemas melalui konsep padat karya dan memberdayakan masyarakat pesisir di Pulau Dewata yang terdampak pandemi COVID-19. ICRG di Provinsi Bali akan dibangun dengan anggaran APBN KKP yang bersumber dari dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp 111,2 miliar.

Sedangkan, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Safri Burhanuddin mengungkapkan diketahui sebanyak 11.327 stakeholder/pekerja yang terlibat dalam program PEN-ICRG terdiri dari penyelam, seniman patung, catering/ penjual makanan, dan sebagainya. Intinya program PEN dengan luas area restorasi terumbu karang 50 Ha di 5 lokasi di Bali ini adalah untuk membangkitkan perekonomian di Bali akibat dampak COVID-19 serta pemulihan ekosistem laut dan restarting wisata bahari di Provinsi Bali.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts