Event Banyuwangi Performance Art Secara Virtual (Foto : Banyuwangikab)

Pemkab Banyuwangi Gelar Event Seni ”Banyuwangi Performance Art”

(Beritadaerah – Banyuwangi) Di tengah pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar event seni ”Banyuwangi Performance Art” secara virtual yang disiarkan secara live di platform media sosial. Event seni sebagai upaya menggeliatkan sektor kesenian daerah.

Dalam acara ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, di masa pandemi sejumlah kegiatan seni dan budaya yang biasa digelar dalam agenda Banyuwangi Festival, sejak Maret lalu terpaksa ditiadakan.

“Tentunya hal ini membawa konsekuensi bagi para pelaku seni di daerah. Meskipun hal ini juga dirasakan oleh banyak orang di bidang profesi lainnya. Untuk itu Pemkab berupaya untuk memberikan solusi meskipun dalam keterbatasan,” ujar Anas yang dikutip laman Banyuwangikab, Rabu (7/10).

Event seni secara virtual yang diberi tajuk ”Banyuwangi Performance Art” sebagai solusi bagi para pekerja seni, selain itu juga mempertahankan branding kesenian daerah Banyuwangi. Pelaku seni daerah diberi kesempatan tampil secara bergiliran, serta disiarkan secara langsung melalui sejumlah kanal media sosial daerah.

Anas mengatakan, langkah ini adalah upaya Pemkab Banyuwangi sebagai promosi investasi, dan tetap menggeliatkan aktivitas seniman. Mengingat sejak pandemi datang, para seniman ini praktis tidak tampil, sehingga tentu berpengaruh pada pendapatan mereka.

Selain itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  terkait juga memberikan insentif bagi seniman yang tampil di setiap acara live. Memang tidak seberapa, namun kami ingin menjaga semangat para seniman untuk terus berkarya. Kami terus konsisten memberikan ruang ekpresi bagi karya-karya mereka. Bedanya kalau dulu pertunjukan ditonton di satu lokasi, sekarang kita nontonnya lewat gadget kita, jelas Anas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY. Bramuda mengatakan, terdapat lebih dari 60 sanggar seni di Banyuwangi yang terlibat dalam agenda atraksi virtual ini. Mereka terdiri dari sanggar seni tari, jaranan, dan janger. Penampilan secara virtual tersebut dijadwalkan dua kali dalam satu minggu. Lokasinya mulai hotel hingga sejumlah tempat wisata.

Dijelaskan oleh Bramuda, selain tampil secara virtual, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga memberikan ruang bagi sanggar seni untuk tampil di sejumlah hotel, karena kami tengah mengembangkan konsep wisata staycation. Wisatawan yang menginap di hotel diberikan tambahan fasilitas atraksi seni budaya selama menginap di sana. Atraksi ini menjadi pengalaman baru bagi tamu hotel.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu