(Beritadaerah – Banyuwangi) Ragam wisata yang menarik dapat dikunjungi wisatawan bila ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, wisata edukasi dan sebagainya. Dalam upaya menarik wisatawan dan memasarkan produk unggulan secara kreatif, warga Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi membuat pasar kuliner tahu.

Saat melihat pasar kuliner tahu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sangat mengapresiasi upaya warga setempat untuk meningkatkan ekonomi lokal secara kreatif.

“Festival kerakyatan seperti ini harus diapresiasi. Selain menggerakkan ekonomi rakyat, kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan kreativitas generasi muda,” kata Anas yang dikutip laman Banyuwangikab, Selasa (6/10).

Namun, Anas tetap meminta pengelola dan warga untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Mulai dari memastikan semua yang ada di area harus mengenakan masker, menyediakan tempat cuci tangan, maupun pengaturan jarak bisa dilakukan.

Ditambahkan oleh Anas, bahwa harus ada petugas yang mengingatkan mereka yang sekiranya tidak disiplin protokol kesehatan. Petugas juga harus mengatur keluar masuk pengunjung agar tetap bisa menjaga jarak. Karena akan sia-sia, bila ekonomi bergerak namun tanpa diiringi disiplin yang ketat pada aturan kesehatan, yang ujungnya malah membuat penularan semakin masif. Ekonomi boleh jalan, tapi harus diiringi penerapan protokol kesehatan yang kuat.

Desa Gitik di Banyuwangi memang dikenal sebagai wilayah penghasil tahu. Kepala Desa Gitik Hamzah mengatakan pasar ini dibuat atas inisiatif warga. Mereka mengaku ingin produk tahu buatan mereka dikenal lebih luas oleh warga karena kekhasannya. Rasa tahu di desa ini memang memiliki khas tersendiri. Para pengrajin tahu di wilayahnya masih mempertahankan proses pembuatan yang masih tradisional yakni menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya.

Hamzah menambahkan pasar yang telah berdiri sejak awal 2019 itu sempat tutup beberapa bulan karena adanya pandemi. Kini, Kampung Tahu dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Festival Kampung Tahu ini dibuka satu bulan sekali. Jadwalnya setiap Sabtu sore di awal pekan bulan.

Pasar kuliner ini menyuguhkan berbagai makanan olahan berbahan dasar tahu produksi warga desa setempat. Seperti tahu goreng, tahu walik, juga ada tahu bayam. Pengunjung bisa menikmati olahan beragam tahu dengan nikmat, maklum saja karena disajikan dengan fresh. Pasar kuliner ini juga menyajikan makanan tradisional khas Banyuwangi lainnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts