(Beritadaerah – Nasional) Ternak itik telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai penghasil telur maupun daging. Rasanya yang enak dan gurih menjadi alasan utama dagingnya disukai banyak orang. Permintaan daging itik setiap tahunnya mengalami peningkatan, seiring dengan konsumsi masyarakat dan menjamurnya restoran yang menyediakan makanan dari daging tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) populasi itik atau itik manila pada tahun 2019 mencapai 61.221.313 ekor. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2,80% dibandingkan pada tahun 2018, dimana populasi itik manila mencapai 59.551.713 ekor.

Populasi terbanyak pengembangan itik manila di Indonesia berada di Provinsi Jawa Barat sebesar 11.921.942 ekor, Sulawesi Selatan 9.569.873 ekor, Jawa Timur 7.487.391 ekor, Jawa Tengah 6.822.607 ekor, Kalimantan Selatan 4.311.738 ekor, Sumatera Utara 3.686.418 ekor, dan Aceh 2.828.643 ekor.

Sementara itu ditingkat kabupaten, ada lima kabupaten yang memiliki populasi itik manila terbanyak. Pertama adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dimana pada tahun 2019 ada sebanyak 2.974.828 ekor dan pada 2018 sebanyak 2.941.049 ekor. Posisi kedua adalah Kabupaten Karawang, Jawa Barat dimana pada tahun 2019 ada 1.928.805 ekor dan tahun 2018 sebanyak 1.958.403 ekor.

Sedangkan untuk posisi ketiga yakni Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat dengan 1.496.422 ekor pada tahun 2019 dan 1.831.620 ekor pada tahun 2018. Posisi keempat adalah Kabupaten Blitar, Jawa Timur dengan 1.476.000 ekor pada tahun 2019 dan 1.180.00 ekor pada tahun 2018. Terakhir Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dengan populasi itik manilanya mencapai 1.241.844 ekor pada tahun 2019 dan 1.597.492 ekor pada tahun 2018.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts