Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto: Kominfo)

Prof. Wiku: PSBM Terbukti Tekan Penyebaran Covid-19

(Beritadaerah – Nasional) Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang diterapkan pada beberapa daerah mulai tampak menunjukkan hasil positif. Di daerah-daerah tertentu yang lebih kecil, seperti kecamatan atau kelurahan yang menjadi sumber penularan Covid-19 berhasil dikendalikan mobilitas penduduknya.

Menurut data yang ada, beberapa daerah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang meliputi satu kabupaten atau kota. “Maka dari itu diarahkan Presiden Joko Widodo agar kita mampu selain melakukan PSBB, untuk bisa fokus lebih kecil lagi di mana kasus itu berada,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito, Kamis (1/10), di Jakarta.

Dengan keberhasilan PSBM, maka daerah lain sekitarnya yang masih dalam satu kabupaten atau kota yang sama, atau provinsi yang sama, tidak harus melakukan PSBB. Mengingat penanganan masalah harus dilakukan pada titik penularan tersebut.

Terkait biaya pemeriksaan, Wiku menyampaikan, pemerintah terus mengkaji biaya tes usap atau swab test agar terjangkau oleh masyarakat. Sementara ini kisaran harga yang beredar di masyarakat antara Rp439 ribu sampai Rp797 ribu.

“Harga swab masih terus dikaji pemerintah. Karena kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” jelas Wiku dalam rilis Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pemerintah masih perlu memastikan karena penyelenggara tes swab itu bervariasi sesuai biaya yang dikeluarkan. Dan harus dipertimbangkan juga agar tidak tidak menghilangkan sisi keuntungan dalam tes swab tersebut.

Terkait penanganan pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG), pemerintah sedang mempersiapkan hotel berbintang dua dan tiga, kerja sama Kementerian Pariwisata dan PHRI serta pemerintah daerah setempat. Masyarakat tidak perlu kuatir karena untuk DKI Jakarta saat ini ada 4.100 kamar tersedia, begitu juga provinsi prioritas, sudah ada ribuan tempat tidur yang disiapkan untuk pasien OTG.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani