(Beritadaerah – Jakarta) Indikasi Geografis (IG) adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan. Perlindungan IG telah diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Untuk itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Produk Indikasi Geografis Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara di Pendopo Dipayuda Adigraha, Banjarnegara, Jawa Tengah selama dua hari dari tanggal 23-24 September 2020.

Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota MPIG Kabupaten Banjarnegara menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Fasilitasi Pendaftaran Produk Indikasi Geografis Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara. Para peserta juga melakukan penyusunan dokumen deskripsi kopi arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara yang diperlukan untuk pendaftaran ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Hadir juga dalam kegiatan sosialisasi yakni Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Ahmad Rekotomo, serta Kepala Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara Arifin Romli.

Fasilitasi Indikasi Geografis (IG) merupakan salah satu program tahunan Direktorat Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kemenparekraf/Baparekraf dalam rangka meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, demikian yang dijelaskan oleh Direktur Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Kemenparekraf/Baparekraf Dr. Robinson Sinaga.

“Sejak 2017, Kemenparekraf/ Baparekraf telah memfasilitasi pendaftaran 9 produk Indikasi Geografis di berbagai wilayah di Indonesia. Di 2020 ini, Kemenparekraf/ Baparekraf memfasilitasi pendaftaran IG Kopi Dieng Banjarnegara. Dengan difasilitasinya Kopi IG Pegunungan Dieng Banjarnegara, Jawa Tengah nantinya akan memiliki 3 Kopi IG,” ujar Robinson dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (29/9).

Robinson melanjutkan, fasilitasi pendaftaran produk Indikasi Geografis diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk kopi Kabupaten Banjarnegara. Sebab, wilayah tersebut memiliki kopi yang merupakan kekayaan alam potensial.

Dengan adanya kegiatan ini, Robinson berharap masyarakat Banjarnegara tidak hanya paham dalam memproduksi kopi, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai Kekayaan Intelektual (KI), terutama Indikasi Geografis.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts