(Beritadaerah – Nasional) Ketersediaan pangan akan beras menjadi faktor penting dalam kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Untuk itu dalam rapat koordinasi pimpinan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Kementerian Lembaga 2020 pada hari Jumat (25/9), Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut ketersediaan beras diprediksi cukup hingga akhir tahun ini.

Mentan menyampaikan memasuki Musim Tanam II, Kementerian Pertanian mengejar produksi pada lahan eksisting seluas 7,5 hektare. Saat ini 87 persen lahan sudah ditanami, dengan perkiraan menghasilkan kurang lebih 15 juta ton.

Sedangkan pada Musim Tanam I dari Januari ke Juni 2020, tercatat 23 juta ton beras carry over, dengan tingkat konsumsi masyarakat sebesar 15 juta ton lebih. Stok bulan Juli-Agustus adalah sebesar 7,83 juta ton beras.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, produksi beras nasional pada tahun 2019 mencapai 31.313.034 ton beras atau turun 8.40% dibanding tahun 2018 yakni 33.942.865 ton beras. Berikut ini adalah 5 kabupaten di Indonesia sebagai produsen beras tertinggi tahun 2019 berdasarkan hasil penghitungan BPS menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

1. Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu terletak di Provinsi Jawa Barat, memiliki luas panen padi 215,731 hektare. Dari luas ini, diperoleh produksi padi 1.376.429,68 ton gabah kering giling (GKG) atau produksi berasnya sebesar 789.657,71 ton. Kontribusi terhadap beras nasional mencapai 2,52%.

2. Kabupaten Karawang

Kabupaten dengan produksi beras tertinggi kedua ditempati oleh kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat, yakni Karawang. Sama halnya dengan Cianjur, Kabupaten Karawang pun dikenal dengan memiliki beras yang rasanya khas sehingga menjadi favorit oleh masyarakat Jabodetabek. Kabupaten Karawang memiliki luas panen padi 185.807 hektare, diperoleh produksi padi 1.117.814 ton GKG. Karawang menghasilkan produksi beras 641,290 ton dan kontribusi terhadap beras nasional mencapai 2,05%.

3. Kabupaten Subang

Posisi ketiga kabupaten produksi tertinggi masih ditempati kabupaten di Provinsi Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang. Kabupaten ini berada diantara Kabupaten Karawang dan Indramayu. Luas panen padi Kabupaten Subang 156.298,50 hektare, produksi padinya sebesar 942.932 ton GKG. Untuk produksi berasnya sebesar 540.960 ton dan memberikan kontribusi sebesar 1,73% terhadap beras nasional.

4. Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Banyuasin terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten ini berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektare, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG. Produksi beras Banyuasin sebesar 519.684 ton dan kontribusi terhadap beras nasional mencapai 1,66%.

5. Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan di Provinsi Jawa Timur memiliki hamparan pertanian yang luas dan pengelolaanya pun menggunakan pertanian modern. Hamparan persawahanya begitu luas, sehingga luas panen padi sebesar 140.463,58 hektare. Dari luas panen ini, diperoleh produksi padi sebesar 839.724 ton GKG dan produksi berasnya sebesar 481.750 ton. Lamongan memberikan kontribusi 1.54% terhadap beras nasional.

Selain lima kabupaten diatas, selanjutnya kabupaten yang memiliki produksi beras tertinggi yakni Kabupaten Ngawi, yang juga merupakan salah satu lumbung beras di Provinsi Jawa Timur. Luas panen padinya sebesar 122.500,97 hektare. Dengan luas ini, diperoleh produksi padi 777.190 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 445.874 ton.

Untuk pulau Sulawesi, Kabupaten Bone juga menjadi lumbung beras dengan memiliki luas panen padi mencapai 169.471,29 hektare. Bone merupakan kabupaten yang terluas di Sulawesi Selatan. Tak heran luas lahan pertaniannya pun luas sehingga menjadikan Bone sebagai produsen beras tertinggi di Sulawesi Selatan. Produksi padinya sebesar 772.874 ton GKG atau produksi berasnya sebesar 443.398 ton.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts