(Beritadaerah – Infrastruktur) Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi menyampaikan bahwa ada tiga ciri desa yang berpotensi untuk menjadi desa maju.

Hal ini disampaikan saatBudi Arie menjadi pembicara kunci sekaligus membuka webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Perdesaan (Ditjen PKP)  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Rabu, (23/9/2020).

Dalam presentasinya, Wamen Budi Arie mengatakan, desa yang berpotensi maju mempunyai tiga ciri. Yang pertama, masih adanya anak muda yang bertahan di desa. Kedua, SDM yang kreatif dan inovatif, dan yang ketiga, partisipasi warga desa tersebut cukup besar.

“Sekarang eranya pembangunan harus menjadikan masyarakat desa itu sendiri sebagai pelaku dan penggerak utama dari pertumbuhan kawasan perdesaan,” ungkap Wamendes PDTT.

Tidak hanya itu, Wamendes Budi Arie juga mengatakan, pentingnya peran infrastruktur telematika di desa. Menurutnya, saat ini pembangunan desa dan kawasan perdesaan tidak bisa terlepas dari teknologi. Sarana dan prasarana internet merupakan satu cara untuk menguatkan bisnis secara online di kawasan perdesaan.

“Peran infrastruktur telematika di desa ini memungkinkan kita semua menjadi serba terbuka. Semua bisa membeli di mana pun barang itu berada. Layanan internet dibutuhkan untuk mendukung marketplace produk unggulan kawasan perdesaan,” ujarnya.

Pengembangan potensi produk unggulan di kawasan perdesaan yang berjalan saat ini membutuhkan akses terhadap pasar. Jadi akses ke pasar itu sangat penting untuk sarana menjual produk unggulan sebagai jalan menyejahterakan warga.

Oleh karena itu, Kemendes PDTT akan melakukan intervensi kebijakan, intervensi langkah-langkah dan akan terus mendorong pembangunan sarana dan prasarana berbasis digital di kawasan perdesaan. Intervensi kebijakan tersebut bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan konektivitas internet Kawasan perdesaan.

Disampaikan jiga oleh Budi Arie perlunya peningkatan capacity building berupa pelatihan teknis mengembangkan sarana dan prasarana digital/internet. Juga perlu upaya untuk memacu dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital melalui Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

“Jadi, persoalan infrastruktur digital dan juga manajemen logistiknya harus kita pikirkan bersama-sama”, pPungkas Wamendes PDTT Budi Arie.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani