Bendungan Meninting di Lombok Barat (Foto: Kementerian PUPR)

Bendungan Meninting Lombok Barat

(Beritadaerah – Seluas kurang lebih 90 hektar yang terdiri dari 4,95 Ha kawasan hutan dan 85,5 ha non kawasan hutan. Bendungan Meninting ini ditargetkan akan berakhir hingga Tahun 2022 akan melayani daerah irigasi seluas 1559 hektar. Selain itu Bendungan Meninting juga akan terinterkoneksi antara saluran HLD (High Level Diversion) Jangkok Babak dan HLD Babak Renggung – Rutus (Pandanduri) yang mencakup 12 DAS Interkonesi dan melayani daerah irigasi kurang lebih 70.000 Ha.

Proyek dikerjakan oleh sama Hutama Karya Persero yang bekerja sama atau berkolaborasi dengan Bahagia Bangun Nusa. Bangunan Bendungan Meninting Kabupaten Lombok Barat itu merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN). Bendungan Meninting ini menelan Rp 1,4 Triliun Rupiah yang bersumber dari dana APBN.

Bendungan yang diperkirakan selesai pada Tahun 2022 ini mampu menampung debit air berkapasitas 9,4 juta m3. Dimanfaatkan sebagai air irigasi dan air baku, dan akan dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar. Bendungan ini nantinya memiliki peranan cukup dalam dapat mengalirkan air hingga ke Lombok Selatan juga diperkirakan mampu menjadi sumber irigasi yang akan melayani ribuan hektar lahan pertanian di Lombok Barat dan sebagian Lombok Tengah.