(Beritadaerah – Komoditi) Di tengah pandemi Covid-19, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI mencatat ekspor kelapa sawit meningkat sebesar 15% atau 244 juta dolar Amerika, menjadi 1,86 miliar dolar Amerika dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi mengatakan kenaikan nilai ekspor ini didukung oleh naiknya harga CPO dari rata-rata yang mencapai 602 dolar AS pada 7 Juli 2020, menjadi 659 dolar Amerika pada Juli 2020. Selain kenaikan nilai ekspor, volume permintaan ekspor naik, karena permintaan kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik dan sabun di tengah pandemi.

Tren positif tersebut menjadi angin segar bagi industri kelapa sawit di tanah air. Industri kelapa sawit optimis di sepanjang 2020, ekspor kelapa sawit akan menembus angka 25 miliar dolar Amerika. Permintaan bahan baku untuk pembuatan hand sanitizer, sabun dan lain sebagainya ini, juga lebih meningkat di tengah pandemi.

Permintaan kelapa sawit di tengah pandemi akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk membuka pasar ekspor baru seperti Rusia Timur Tengah dan Afrika.

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts