Presiden dalam acara pemberian Banpres Produktif di Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM, Provinsi Aceh, Selasa (25 Agustus). (Foto: BPMI).

Banpres Dukung UMKM Menjadi Bankable

(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan usahanya seringkali menghadapi sejumlah hambatan seperti keterbatasan modal maupun aksesibilitas perbankan. Meskipun usaha yang dilakukan pelaku UMKM cukup menjajikan, namun pihak bank kerap kali menilai usaha mereka unbankable (tidak mampu memenuhi syarat perbankan).

Untuk mendorong ataupun menaikkan level pelaku UMKM dari unbankable menjadi bankable (layak dan mampu memenuhi syarat perbankan), terutama saat pandemi Covid-19, Direktur Usaha Mikro PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. (Persero) Supari mengatakan Presiden Joko Widodo memberikan Banpres Produktif kepada 12 juta pelaku UMKM untuk mendorong keberlangsungan usaha mereka.

Bantuan Presiden (Banpres) tersebut, selain untuk menambah modal para pelaku UMKM, bisa menjadikan usaha mikro yang unbankable menjadi bankable. Jika pelaku UMKM sudah bankable tentunya bisa lebih mudah mengakses pinjaman di perbankan dalam rangka mengembangkan usahanya.

“Banpres ini membantu pelaku usaha mikro yang unbankable menjadi bankable,” kata Supari di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

BRI juga terus berupaya agar pelaku usaha mikro tersebut ke depannya bisa dengan mudah mendapatkan tambahan modal kerja, atau mendapatkan bantuan lainnya dari Pemerintah dengan mudah. BRI telah menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif kepada hampir 2 juta pelaku usaha mikro yang berhak menerimanya.

“Sampai dengan hari ini itu sudah hampir 2 juta, jadi BRI mengambil peran yang cukup signifikan karena BRI punya data dan juga punya jaringan yang bisa membantu Kementerian Koperasi dan UKM untuk meng-collect  data,” ujarnya.

Ditambahkannya, BRI memiliki peran yang signifikan dalam penyaluran Banpres produktif. Hal ini lantaran data yang dimiliki BRI juga sering digunakan oleh dinas-dinas koperasi di kabupaten kota.

Maka dari itu, BRI turut andil untuk mencapai target Pemerintah untuk bisa menyalurkan bantuan tersebut kepada 9,1 juta penerima hingga akhir September 2020.

“Hari ini saya bincang-bincang dengan pak Deputi, sudah disiapkan untuk BRI segera melakukan validasi untuk 3 juta nasabah calon penerima lagi. Mengejar target 9,1 juta penerima kelihatannya semakin ke sini semakin lancar kita bisa support sampai dengan 9,1 juta itu di posisi September ini,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil & Menengah (Kemenkop-UKM) Riza Damanik mengatakan hingga 21 September 2020 sudah ada 5.909.647 usaha mikro atau sekitar 64,50 persen yang mendapat bantuan Rp2,4 juta dari Pemerintah.

Target penyaluran bantuan sebesar 100 persen untuk 9.162.486 usaha mikro diharapkan tercapai paling lambat pada 30 September 2020.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani