(Beritadaerah – Infrastruktur) Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menyampaikan bahwa Patimban adalah akan menjadi pelabuhan terbesar karena dari tahap pertama untuk 7 juta TEUs dan bisa dikembangkan sampai 14 juta TEUs. Demikian penjelasan Menhub saat memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Proyek Nasional Patimban, Selasa (22/9).

”Artinya kalau kita melihat bahwa Priok saat ini memang punya kendala karena pergerakan dari Bekasi, Karawang dan Subang yang merupakan pusat industri itu relatif kurang maksimal,” ujar Menhub.

Sudan direncanakan adanya suatu kolaborasi antara Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban sehingga sebagian yang dari Bekasi Timur dan Karawang akan menggunakan Patimban, sedangkan Bekasi Barat dan Tangerang menggunakan Tanjung Priok.

”Dengan melakukan suatu koordinasi untuk penunjukan operator di mana operator ini adalah operator yang insyaallah dikerjasamakan dalam dan luar negeri, tentu kita yang mayoritas, diharapkan konektivitas Patimban ini sangat baik dan menjadi hub,” kata Menhub.

Pemerintah sedang merintis beberapa pelabuhan-pelabuhan yang ada di timur Patimban. Untuk itu, Menhub berharap dikoordinasikan agar Patimban direct call ke Eropa, ke Amerika, ke China dari Patimban bahkan mungkin dari kawasan Sumatra juga dilakukan.

Menhub juga menyampaikan bahwa sebagaimana disampaikan Menko Perekonomian bahwa total investasi sebanyak Rp43 triliun dan tahap 1 sudah dilaksanakan dengan Rp14 triliun, yaitu APBN, loan dari JICA diharapkan selesai tahun 2021, diikuti tahun 2021-2023 untuk tahap berikutnya sebanyak Rp9,5 triliun. Sedangkan tahap 3 dan 4 adalah kawasan-kawasan yang diharapkan sebagai kawasan KBBU. Ini akan dilelangkan sehingga ada satu kesempatan bagi swasta  sehingga tidak menggunakan APBN lagi.

Rencananya Pelabuhan Patimban akan dioperasikan pada kuarter keempat ini atau November-Desember 2020. ”Kita harapkan ini akan kita mulai pada bulan Desember, itu adalah kita ekspor untuk otomotif. Kita tahu bahwa di daerah Bekasi dan Karawang banyak sekali industri otomotif yang ada di sana,” jelas Menhub.

Berkaitan aksesibilitas yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR, Menhub sampaikan pada tahap pertama ini memang connect ke jalan Pantura tetapi juga akan mulai dibangun jalan tol sepanjang kurang lebih 30 km.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani