Menparekraf Wishnutama Meninjau Kesiapan Hotel Dalam Menerima Pasien COVID-19 Untuk Isolasi (Foto : Kemenparekraf)

Kemenparekraf Finalisasi Kesiapan Hotel untuk Lokasi Isolasi Mandiri Pasien

(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio melihat kesiapan hotel dalam menerima pasien untuk isolasi mandiri bagi masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19. Hal ini sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo saat rapat bersama dengan dengan Ketua KPC PEN Bapak Airlangga Hartarto dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk kembali bekerja sama dengan industri hotel dalam menyiapkan akomodasi bagi pasien COVID-19.

Hingga saat ini dukungan dari industri perhotelan untuk program ini semakin tinggi, menunjukkan kerja sama yang kuat dari industri pariwisata dan ekonomi kreatif dalam upaya menekan penyebaran COVID-19, demikian yang dikatakan oleh Menparekraf Wishnutama.

“Industri hotel harus dapat mengikuti assessment yang disyaratkan Kementerian Kesehatan. Kesiapan hotel harus dapat dipastikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar jangan sampai justru terjadi klaster baru,” kata Wishnutama Kusubandio dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Senin (21/9).

Wishuntama mengatakan hingga saat ini sudah ada 30 hotel di DKI Jakarta yang siap untuk bekerja sama. Kemenparekraf bersama Kemenkes juga sedang menyusun Standard Operating Procedure (Flowchart) mengenai mekanisme pelaksanaan, terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19 namun tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

Kemenparekraf akan menyiapkan dan menanggung biaya akomodasi berupa minimal hotel sekelas atau setara bintang 3, termasuk konsumsi serta layanan binatu tiap harinya. Sementara Kemenkes akan menangani keperluan medis seperti biaya obat, ambulans juga kunjungan dokter.

Sementara itu DeputiĀ  Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya mengatakan, program ini akan difokuskan terlebih dahulu di Jakarta, kemudian menyusul beberapa provinsi lain di Indonesia hingga Desember 2020.

Sementara Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Bidang Krisis Kesehatan, dr. Iwan Trihapsoro yang ditunjuk sebagai PIC Kemenkes untuk program ini mengatakan, diperlukan adanya pelatihan untuk karyawan hotel agar mereka tidak takut namun tetap waspada.

Pihak Kemenkes juga berpandangan bahwa petugas hotel dengan komorbid disarankan untuk tidak berhubungan langsung dengan pasien konfirmasi tanpa gejala, atau bisa mendapat kebijakan bekerja dari rumah (WFH) oleh manajemen hotel sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut.

Nantinya, dr. Iwan menjelaskan, setiap orang yang positif COVID-19 namun tanpa gejala bisa langsung datang ke hotel dengan membawa KTP/kartu keluarga dan hasil SWAB positif. Namun sebelumnya masyarakat yang akan menggunakan fasilitas isolasi mandiri ini diharuskan untuk meminta rujukan ke Puskesmas terlebih dahulu.

Kemenparekraf telah menyediakan anggaran sebesar Rp 100 miliar untukĀ  menyiapkan akomodasi setara hotel bintang 3, termasuk fasilitas makan, minum, dan laundry tiap harinya bagi setiap pasien COVID-19. Jumlah fasilitas yang disiapkan Kemenparekraf dapat menampung sekitar 14.000 pasien mulai bulan September ini sampai Desember 2020 untuk isolasi selama 14 hari karantina per pasien.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu