(Beritadaerah – Nasional) Indonesia merupakan salah satu pasar daging sapi terbesar di Asia. Dengan pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya konsumsi daging, hal ini menjadi faktor yang menyebabkan pertumbuhan konsumsi daging sapi di Indonesia setiap tahun mengalami kenaikan.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan nasioanl terhadap daging sapi dan mewujudkan ketahanan pangan asal hewani, berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah salah satunya adalah penerapan teknologi peternakan. Untuk itu, Kementerian Pertanian selaku pemimpin sektor pertanian dan peternakan berencana memperbanyak balai embrio ternak di seluruh Indonesia, setidaknya satu balai di setiap provinsi. Selain itu juga Kementerian Pertanian mendorong pengembangan usaha peternakan sapi potong rakyat, dengan program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian, jumlah populasi sapi potong nasional pada tahun 2019 mencapai 17.118.650 ekor atau naik 4.2% dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, populasi sapi potong nasional mencapai 16.432.945 ekor.

Dari jumlah populasi sapi potong pada tahun 2019, Provinsi Jawa Timur menuruti urutan pertama dengan populasi terbanyak yakni 4.763.182 ekor, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 4.637.970 ekor. Posisi kedua yakni Provinsi Jawa Tengah sebanyak 1.755.396 ekor tahun 2019 dan 1.751.799 ekor tahun 2018. Provinsi Sulawesi Selatan menempati posisi ketiga yakni sebanyak 1.362.604 ekor tahun 2019 dan 1.310.194 ekor tahun 2018.

Selanjutnya pada posisi keempat yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 1.242.749 ekor tahun 2019 dan 1.183.570 ekor tahun 2018. Provinsi Nusa Tenggara Timur menempati posisi kelima yakni sebesar 1.087.615 ekor tahun 2019 dan 1.027.266 ekor tahun 2018.

Sedangkan posisi keenam yakni Provinsi Sumatera Utara sebanyak 1.009.301 ekor tahun 2019 dan 982.963 ekor tahun 2018. Posisi ketujuh ditempati Provinsi Lampung dengan 819.571 ekor tahun 2019 dan 827.217 ekor tahun 2018.

Kementan juga telah menyiapkan strategi dalam mencapai swasembada daging sapi pada tahun 2026, yakni dengan penyediaan dan pemanfaatan lahan untuk integrasi, penambahan indukan impor, dan sebagainya. Saat ini guna memenuhi kebutuhan daging sapi nasional, Indonesia masih mengimpor sapi dari negara Australia, New Zealand dan beberapa negara lainnya.

 

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts