(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Di desa yang terletak di sebelah Selatan kota Yogyakarta ini terdapat pantai di tepi Samudra Hindia, yaitu pantai Parangritis. Lokasi pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul. Wisata ini hanya berjarak kurang lebih 25 km dari keramaian pusat kota Yogyakarta.

Pesona pantai Parangtritis (Foto: Handoko/ Kontributor Beritadaerah) 4

Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir di sekitar pantai, yang biasa disebut gumuk. Gumuk pasir di pantai Parangtritis merupakan satu-satunya di Asia Tenggara.

Pantai Parangtritis merupakan pantai yang indah, dimana pasir pantainya sangat lembut, cocok digunakan untuk bermain pasir dan berbaring menikmati sinar matahari pagi. Dengan airnya yang berwarna biru jernih.

Pantai Parangtritis di pagi hari (Foto: Handoko/ Kontributor Beritadaerah)

Dan di sore hari kita dapat menikmati sunset / pemandangan tenggelamnya sang fajar. Dari atas bukit kecil yang ada di pantai Prangtritis kita dapat menikmati pemandangan sore hari dengan hembusan angin pantai yang menyejukkan. Begitu cantiknya sunset disini, kita bisa mengabadikan moment spesial ini dengan berfoto, maupun banyak juga pengunjung yang duduk di sepanjang pantai untuk melukis indahnya pemandangan laut ciptaan Tuhan ini.

Pengunjung mengabadikan dengan melukis pantai Parangtritis (Foto: Handoko/ Kontributor Beritadaerah)

Selain itu di Parangtritis ada juga motor ATV, kereta kuda dan kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari Timur ke Barat.

Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak Pemkab Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Pantai Parangtritis sebelumnya ditutup setelah ada pandemi Covid-19. Pembukaan kembali. Pantai Parangtritis dibuka kembali untuk umum pada 1 Juli 2020. Dengan jam operasional dari jam 6.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB. Memang dibatasi, agar wisawatan yang datang di tengah pandemi Covid-19 tidak overload dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

 

Debbie Kusuma/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani