(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis)  Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bekerjasama dengan Qlue, pelopor penyedia ekosistem smart city menyelenggarakan seminar virtual bertajuk “Menata Kembali Kabupaten yang Adaptif dan Smart Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”, Selasa (15/9/2020). Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan sinergi pembangunan kabupaten cerdas melalui pemanfaatan teknologi smart city.

Sekretaris Jenderal Apkasi, Najmul Akhyar menjelaskan kolaborasi Apkasi-Qlue ini diharapkan pemerintah daerah makin terbuka wawasannya dalam hal pemanfaatan teknologi untuk mengurai permasalahan di masing-masing daerah.

Untuk memberikan pemahaman bagaimana pemanfaatan teknologi ini, ditampilkan case Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang berbagi pengalaman bagaimana mereka menghadapi pandemi yang sudah berlangsung selama setengah tahun lebih, dan bagaimana kemajuan teknologi membantu mereka dalam menata kembali kabupaten mereka di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Bupati Trenggalek H. Mochamad Nur Arifin menjelaskan pengimplementasian teknologi Qlue yang membantu pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di daerah tersebut.

Mochamad Nur Arifin mengatakan “Sejak awal pandemi, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melakukan pengalihan jalur, di mana seluruh perbatasan Kabupaten Trenggalek yang berbatasan dengan kabupaten kota lain ditutup, dan hanya ada tiga pintu atau checkpoint untuk masuk ke Kabupaten Trenggalek. Di checkpoint ini, kami membangun bilik APD, di mana petugas tetap bisa melakukan pemeriksaan terhadap pelaku perjalanan dari dalam bilik APD tanpa khawatir risiko terpercik droplet. Hal ini diharapkan mampu mengurangi pemborosan biaya APD untuk petugas di lapangan.”

Dari jumlah orang yang masuk ke Kabupaten Trenggalek, tentu masih banyak OTG (orang tanpa gejala) yang lolos dari pemeriksaan awal. Karena adanya risiko transmisi keluarga dari OTG tersebut, Pemkab Trenggalek menggeser checkpoint ke cluster keluarga atau desa, sehingga QlueThermal ditempatkan di beberapa titik yang lebih strategis seperti pasar dan tempat pariwisata. “Karena QlueThermal sudah menggunakan teknologi AI, kami jadi lebih mudah untuk melakukan penghitungan orang. Dengan adanya QlueThermal, kami juga bisa memeriksa jumlah orang yang masuk dan penggunaan masker. Teknologi QlueThermal memudahkan kami dalam menegakkan protokol kesehatan,” tambah Mochamad Nur Arifin.

Founder dan CEO Qlue Rama Raditya, mengatakan, “Hingga saat ini, lebih dari 150 perangkat QlueThermal sudah diimplementasikan di pemerintahan, gedung perkantoran yang terdiri dari kantor BUMN dan BUMD, rumah sakit, dan sejumlah kantor milik swasta. Sejak awal implementasi, QlueThermal sudah mendeteksi lebih dari 100.000 wajah, di mana 15 ribu di antaranya terdeteksi tidak mengenakan masker, dan lebih dari 6 ribu di antaranya memiliki suhu tubuh di atas ambang batas.”

“QlueThermal adalah salah satu contoh bagaimana kemajuan teknologi bisa membantu kita dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru di situasi yang kurang menyenangkan seperti sekarang. Dengan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (kecerdasan buatan/AI) dan Internet of Things (IoT), data-data yang didapatkan dari QlueThermal akan divisualisasikan di sebuah dashboard terintegrasi, sehingga membantu pemerintah dalam mengakselerasi penataan daerahnya di masa pandemi,” tutup Rama.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani