Ilustrasi Program Tol Laut di tengah Pandemi Covid-19 (Foto: Kemenhub)

Distribusi Logistik Nasional Tetap Berjalan di Masa Pandemi Covid-19

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menjamin kelancaran pendistribusian logistik nasional bahkan dalam situasi pandemi Covid-19.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kemenhub, R. Agus H. Purnomo mengungkapkan: “Sektor angkutan laut tidak tumbuh, tapi tetap berjalan. Berdasarkan data Pelindo, sektor logistik mengalami penurunan 10-11 persen dimasa pandemi Covid-19,” ujarnya pada acara Diskusi Online Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya agar tercipta pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini, melalui berbagai upaya sebagai berikut:

  1. Tetap mengoperasikan pelabuhan dan pelayaran, khususnya bagi kapal kargo atau barang dengan tetap memprioritaskan keselamatan pelayaran dan memastikan tetap menerapkan protokol kesehatan.
  2. Menyiapkan beberapa diskresi melalui sertifikasi ulang dan pemberian perpanjangan ijin.
  3. Tetap menjalankan program-program pendristribusian logistik baik yang melalui Tol Laut, Kapal Perintis, maupun Kapal Ternak.
  4. Memberikan insentif tarif.
  5. Terus melanjutkan pembangunan pelabuhan yang telah di programkan sejak tahun sebelumnya, hal ini bertujuan supaya kapal bisa melakukan bongkar muat dengan sebaik-baiknya.
  6. Mendorong kawasan – kawasan industri galangan kapal milik asosiasi agar terjadi konektivitas dengan moda transportasi lainnya seperti moda darat dan udara.

Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Laut telah menyiapkan ketersediaan sarana prasarana angkutan laut sejumlah 157 armada kapal yang terdiri dari 15 kapal tol laut, 6 kapal ternak dan 116 kapal perintis. Selain itu, Ditjen Hubla juga menyiapkan 20 kapal rede dan 138 kapal pelra.

Beberapa hasil evaluasi pada program tol laut untuk mendorong perekonomian di masa pandemi Covid-19, antara lain program tol laut berdampak pada penurunan tingkat harga barang kebutuhan pokok dengan variasi sebesar -3,1 persen (data SP2KP – Kemendag) dan -3,8 persen (PIHPS – BI).

Selanjutnya, program tol laut berdampak pada penurunan disparitas harga barang kebutuhan pokok antara kawasan barat dan kawasan timur Indonesia sebesar dengan variasi sebesar -14,1 persen (PIHPS – BI) dan -17,3 persen (data SP2KP – Kemendag).

Menurutnya, program tol laut juga menguntungkan bagi kegiatan perdagangan sebagian besar komoditas pangan strategis, terutama ikan segar, cabai dan bawang.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center