(Beritadaerah – Kolom) Sektor Pariwisata sangat merasakan pengaruh dari pandemi Covid-19 pada tahun ini. Banyak orang  yang membatalkan rencana berlibur dan hanya tinggal di rumah saja sesuai anjuran pemerintah untuk stay at home. Tidak banyak orang yang melakukan perjalanan wisata. Destinasi destinasi wisata sebagian besar belum dibuka untuk umum dan bisa dikatakan tidak ada tamu yang berkunjung. Hal ini menyebabkan banyak pekerja di sektor wisata yang dirumahkan atau terkena PHK dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Setelah sekitar enam bulan terhenti, berita kunjungan wisata mulai terdengar kembali. Pulau Bali sebagai destinasi prioritas dan paling populer di Indonesia, dibuka kembali untuk umum, dan tempat-tempat wisata mulai bisa dikunjungi, tentunya disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Selama bulan Agustus ini tercatat  2.000 sampai dengan 2.500 bahkan pernah beberapa hari sampai dengan 5.000 wisatawan lokal yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Kabar baik juga bagi bisnis tiket, dimana melalui program promo tiket pesawat, membuat kenaikan pembelian tiket pesawat untuk kota atau kabupaten dengan destinasi wisata unggulan.

Tentunya hal ini adalah yang ditunggu tunggu oleh pelaku pariwisata yang selama enam bulan terakhir. Mereka yang turut menyambut dengan gembira tentunya ialah para pelaku wisata seperti para penyedia jasa  akomodasi, jasa makanan dan minuman, daya tarik wisata,  usaha perjalanan wisata, dan usaha kesenian.

Keseriusan perhatian pemerintah dalam menangani pemulihan pariwisata juga tidaklah main main,  bagi para pelaku pariwisata dialokasikan dana sebesar Rp. 3.8 trilliun. Selain itu juga ada insentif tiket pesawat  untuk 10 destinasi wisata sebesar Rp. 400 miliar dan masih ada lagi paket lain yang diberikan untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata.  Semuanya ini  dilakukan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia.

Dengan semakin banyaknya wisatawan Nusantara yang mengadakan perjalanan wisata ke destinasi wisata di Indonesia maka ini akan semakin menambah keyakinan kepada wisatawan dari manca negara yang setiap tahunnya bisa mencapai 16 juta orang dan membawa devisa sampai 21 milyar USD, sebuah jumlah yang sangat disayangkan jika sampai hilang karena akan berefek bukan saja bagi negara tetapi juga bagi para pelaku wisata.

Negeri Zamrud Khatulistiwa ini memang kaya akan alamnya budaya dan keseniannya. Sangat disayangkan jika menjadi sepi dari kunjungan tamu yang datang. Kita dapat ikut mendukung semangat pemerintah dengan menjaga berbagai fasilitas yang ada di destinasi wisata. Kemudian tetap menerapkan protokol kesehatan, sebagai prioritas dalam ekonomi dan juga tentunya memanfaatkan media sosial untuk menginformasikan bagaimana keindahan alam kita yang sekarang sudah dengan memperhatikan cleanliess, healthy and safety (CHS).

Sinergi dari semua pihak diperlukan untuk terus mendukung usaha pemerintah akan menghidupkan kembali sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19. Kedisiplinan melakukan protokol kesehatan baik dari pengunjung maupun pebisnis wisata harus ditegakkan. Penting ditekankan juga agar jumlah pengunjung dibatasi jumlahnya dari keadaan sebelumnya.  Biarlah semuanya membawa sinyal positif yang membangun kepercayaan bagi calon wisatawan baik dari nusantara dan juga mancanegara.