Ilustrasi Pemerintah Dorong Sinergi Perdagangan Ritel-UMKM (Foto: Kemenko Perekonomian)

Kolaborasi Sektor Perdagangan Ritel dan UMKM Tingkatkan Konsumsi Masyarakat

(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Sektor perdagangan ritel besar peranannya dalam mendukung sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM mengandalkan pusat perbelanjaan dalam memasarkan produknya. Di masa pandemi ini, kolaborasi sektor perdagangan ritel dan pelaku UMKM perlu terus dipertahankan. Dalam situasi kontraksi ekonomi ini, peran ritel cukup strategis dalam meningkatkan konsumsi masyarakat.

Deputi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang (Kemenko Perekonomian) Rudy Salahuddin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (11/9/2020), mengatakan: “Kami melihat bahwa daya beli masyarakat sudah mulai meningkat. Hal ini harus kita pertahankan, sehingga pertumbuhan ekonomi kita juga segera membaik”.

Menurutnya, Pemerintah telah memberikan berbagai macam stimulus untuk memulihkan perekonomian, khususnya bagi para pelaku UMKM. Ia berharap banyak UMKM di Indonesia dapat masuk ke dalam mata rantai sektor perdagangan ritel.

“Kami berharap banyak UMKM dapat masuk nantinya ke dalam mata rantai gerai ritel ini. Saya lihat di sini juga ada banyak gerai UMKM,” ujarnya.

Pemerintah terus memberikan dukungan tambahan kepada UMKM. Salah satunya melalui kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus selama masa pandemi. Tambahan subsidi bunga/margin KUR, penundaan angsuran pokok, dan relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR telah diberikan kepada para penerima KUR.

Sebagai upaya meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran produk UMKM, Pemerintah menghidupkan beberapa program. Program yang dimaksud antara lain Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bantuan Produktif (modal kerja).

Bagi para pelaku UMKM atau pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan sebagai dampak Covid-19, Pemerintah menyediakan pelatihan upskilling dan reskilling dalam program Kartu Prakerja. Program Kartu Prakerja sendiri menargetkan 5,6 juta penerima di tahun ini.

“Diharapkan pelaku UMKM atau pekerja yang terdampak bisa memanfaatkan bantuan ini dan meningkatkan kemampuannya sehingga dapat berwirausaha atau menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” lanjut Rudy.

Pemerintah juga telah mempersiapkan upaya peningkatan daya saing UMKM dalam lingkup jangka panjang melalui penyusunan RUU Cipta Kerja Klaster Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMK-M serta peraturan pelaksanaanya.

Deputi Rudi berharap adanya gerai ritel tersebut dapat menggerakan roda perekonomian di kawasan sekitar. Ia juga berharap sektor perdagangan ritel dapat menjadi mitra strategis sektor UMKM untuk memasarkan produk-produknya.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani