Terapkan Protokol CHSE, Desa Adat Wae Rebo Kembali Dibuka Bagi Wisatawan

(Beritadaerah – NTT) Kampung Adat Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Letaknya di gunung dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat Wae Rebo merupakan salah satu desa tertinggi yang ada di Indonesia dengan pemandangan yang indah dan dikelilingi pegunungan.

Terkait dengan dibukanya kembali Desa Adat Wae Rebo, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) menyatakan siap memberikan pendampingan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Enviromental Sustainability).

Pendampingan penerapan protokol CHSE diperlukan sebagai pendukung karena desa adat Wae Rebo telah resmi dibuka kembali untuk menerima wisatawan setelah 6 bulan ditutup karena pandemi COVID-19, demikian yang dijelaskan oleh Direktur Utama BOPLBF Shana Fatina.

“Kami sangat senang, karena Desa Adat Wae Rebo telah di buka kembali oleh Gubernur NTT. Kami siap mendukung pendampingan kepada masyarakat Wae Rebo mulai dari protokol kesehatan hingga penyediaan fasilitas fisik untuk CHSE,” kata Shana dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (8/9).

Shana sebelumnya mendampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Adat Wae Rebo pada hari Minggu (6/9).

Sebagai langkah awal, Shana menegaskan pihaknya akan melaksanakan kegiatan padat karya Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Aman) di Wae Rebo, sekaligus memberikan pendampingan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat desa adat yang telah dinyatakan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada Agustus 2012.

Selain itu, ia juga menegaskan, wisatawan yang berkunjung ke desa yang memiliki tujuh bangunan rumah berbentuk kerucut itu, nantinya diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. Penerapan protokol kesehatan wajib dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga keamanan, khususnya kesehatan  masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung.

Ditambahkan oleh Shana bahwa Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat akan menempatkan petugas di pintu masuk kedatangan untuk memastikan wisatawan yang datang berkunjung sudah memakai masker dan melakukan pengecekan suhu sebelum melakukan pendakian. Selain itu juga akan diatur daya tampung untuk penerapan sosial distancing di dalamnya

Sementara itu Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengungkapkan antusiasme dan optimisme terhadap reaktivasi pariwisata Desa Wae Rebo. Dengan mematuhi protokol kesehatan destinasi wisata Wae Rebo siap dibuka untuk aktivitas pariwisata.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).