Kereta Api Indonesia Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat Bagi Penumpang

(Beritadaerah – Nasional) Saat pandemi COVID-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan protokol kesehatan bagi penumpang. Transportasi Kereta Api merupakan moda yang aman untuk melakukan perjalanan karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat, hal ini disampaikan oleh VP Public Relations KAI Joni Martinus.

“Berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi karena telah menerapkan protokol yang ketat,” kata Joni Martinus yang dikutip laman BUMN, Senin (7/9).

Joni mengatakan, seluruh kajian dan penelitian para ahli tersebut selaras dengan yang telah KAI lakukan, karena KAI secara disiplin telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Gugus Tugas Nasional. Setiap penumpang KA Jarak Jauh harus menyertakan surat keterangan bebas COVID-19, penumpang yang akan naik KA juga harus dalam keadaan sehat.

Penumpang atau pelanggan wajib menggunakan masker dan menjaga jarak saat di stasiun dan selama perjalanan. Di samping itu, KAI menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer di titik-titik strategis stasiun dan kereta api untuk menjaga agar penumpang tetap higienis.

Dari hasil penelitian di Perancis, Jepang, dan Amerika menunjukkan bahwa tidak ada penemuan kluster COVID-19 di transportasi publik. Jurnal yang diterbitkan Universitas Oxford juga mengatakan, penyebaran COVID-19 pada penumpang kereta dapat dicegah dengan menerapkan berbagai protokol pencegahan.

Sementara itu Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kereta api menjadi klaster penyebaran COVID-19. Meskipun terdapat himpunan atau kerumunan banyak orang, namun tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19 berkat adanya penerapan protokol kesehatan.

Adapun penelitian yang dilakukan oleh ITB mengungkapkan bahwa transportasi umum tidak menjadi sumber infeksi jika penumpang mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker, physical distancing, dan mencuci tangan, serta memberikan perlindungan khusus untuk petugas frontliner.

Ditambahkan oleh Joni bahwa para petugas frontliner mengikuti rekomendasi dari Gugus Tugas Nasional untuk penggunaan face shield sebagai perlindungan tambahan. Face shield kami berikan secara cuma-cuma bagi penumpang KA Jarak Jauh.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu