(Beritadaerah – Jawa Tengah) Saat webinar “Tata Kelola Pariwisata Joglosemar Menuju Era Adaptasi Kebiasaan Baru” yang berlangsung pada hari Sabtu (5/9), Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh mengungkapkan warga Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki kesadaran sosial yang tinggi dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan mengenakan masker sebagai langkah mencegah terjadinya pandemi COVID-19.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan apresiasi tinggi kesadaran masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dalam menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety and Environmental Sustainability) dalam kehidupan sehari-hari, terutama di destinasi wisata dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru.

Turut hadir dalam webinar ini Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Jawa Tengah Joko Suratno, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY Singgih Raharjo, dan Perwakilan Pokdarwis Desa Nglanggeran, Sugeng Handoko.

“Saya mengapresiasi dan memastikan bahwa masyarakat di Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah merespons dengan kearifan lokal dan kesadaran bersama dalam menerapkan protokol kesehatan,” kata Frans dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Minggu (6/9).

Frans mengatakan, apa yang dilakukan masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru merupakan cerminan bahwa kolaborasi dari berbagai pihak seperti warga masyarakat, pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,  pengelola destinasi wisata, serta pemerintah setempat merupakan hal yang utama dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY Singgih Raharjo yang hadir dalam webinar, menjelaskan pihaknya tidak melakukan penutupan destinasi wisata. Namun, penutupan destinasi-destinasi tersebut dilakukan oleh para pengelola destinasi wisata sendiri secara sadar.

Singgih juga menyebutkan Pemerintah Provinsi DIY membatasi jumlah kunjungan wisatawan dan telah sudah menyusun berbagai aturan terkait protokol kesehatan yang harus diterapkan setiap pelaku pariwisata dan wisatawan yang datang berkunjung ke Yogyakarta. Aturan ini dikenal dengan sebutan “Pranatan Anyar Plesiran Jogja”.

Sedangkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Noegroho Rachmadi, juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE di berbagai destinasi wisata yang ada di daerahnya. Selain itu, Sinoeng juga menyebutkan pihaknya tengah berupaya menghidupkan kembali geliat pariwisata Jawa Tengah melalui pengembangan wisata virtual.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts