(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mendorong perguruan tinggi untuk terus melakukan penelitian dan pengembangan kendaraan otonom (Autonomous Vehicle) atau kendaraan tanpa pengemudi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara Webinar “How Will Autonomous Vehicle Transform Our New Capital” yang diselenggarakan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (5/9).

Menurut Menhub Budi, pengembangan kendaraan otonom diperlukan mengingat pemerintah telah memiliki rencana untuk memindahkan Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur yang akan dirancang dengan konsep smart, green, dan sustainable city sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami melihat bahwa pengembangan kendaraan otonom sangat erat kaitannya dengan konsep ibu kota baru dan ke depannya dan kami jadikan ini sebagai dasar membangun sistem transportasinya. Ini merupakan wajah baru transportasi Indonesia,” kata Menhub Budi yang dikutip laman Dephub, Minggu (6/9).

Menhub mengungkapkan, Indonesia memiliki pasar industri otomotif yang sangat besar dan diprediksi dalam 5 hingga 10 tahun mendatang, penjualan kendaraan otonom bisa mengungguli mobil konvensional saat ini.

Menhub pun mengapresiasi ITB yang telah menyadari potensi dari kendaraan otonom dan mulai melakukan penelitian dan pengembangannya. Kendaraan otonom memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kendaraan konvensional.

Mengutip penelitian dari McKinsey Global Institute dan TU Delf research in electric and automated transport 2019, bahwa kendaraan otonom dapat mengurangi emisi karbon dan kemacetan, mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15% dan juga menurunkan tingkat kecelakaan di jalan raya hingga 40% karena pengurangan human error, serta memiliki kepastian dan ketepatan waktu.

Menhub menuturkan, sejak tahun 2017, Indonesia sudah menerapkan konsep transportasi publik menggunakan kendaraan otonom yaitu Kalayang Sky Train di Bandara Soekarno Hatta. Kereta ini dapat digunakan oleh pengguna jasa bandara untuk melakukan perpindahan antar ketiga terminal penumpang di Bandara. Kendaraan otonom seperti Automatic Rail Transport (ART) dapat menjadi moda transportasi pilihan bagi ibu kota baru karena aman, andal, dan sangat tepat waktu.

Untuk mewujudkan hal itu, Menhub mengatakan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang baik antara Kementerian Perhubungan dengan sejumlah pihak seperti Perguruan Tinggi, swasta, dan pihak terkait lainya.

Saat ini hampir semua produsen mobil besar di dunia sedang mengembangkan kendaraan otonom, bahkan perusahaan teknologi seperti Google ikut mengembangkan juga. Nantinya kendaraan otonom tersebut memakai berbagai teknik dan kecanggihan tekonologi untuk mendeteksi hal-hal di sekitarnya, seperti radar, sinar laser, GPS, odometri dan penglihatan komputer serta akses internet.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts