(Beritadaerah – Infrastruktur) Pembangunan bendungan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat BPR ditargetkan rampung dalam periode 2015-2019 lalu. Namun ada beberapa diantaranya yang masih belum tuntas salah satunya adalah Bendungan Tapin di desa Pipitak Jaya Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan yang berkapasitas 70,502 M3. Bendungan ini diharapkan dapat mendukung kemakmuran tanah air dan pangan nasional, proses pembangunannya mencapai 90% dan ditargetkan selesai pada tahun 2020 ini. Bendungan nantinya berpotensi melayani Irigasi kabupaten Tapin sebesar 5470 hektar. Bendungan Tapin ini memiliki tiga manfaat yaitu satu untuk irigasi, PLTA dan kebutuhan air minum sebanyak 500 liter per detik.

Pembangunan Bendungan Tapin diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi sehingga bendungan yang pembangunannya dimulai akhir 2015 ini dapat mengalirkan air hingga ke sawah-sawah milik petani

Bendungan dapat menyediakan air baku untuk wilayah Rantau yang menjadi ibukota kabupaten Tapin sebesar 500 liter per detik. Mereduksi banjir sebesar 107 meter kubik per detik.

Menjadi destinasi wisata di kawasan daerah aliran sungai DAs Tapin dan sumber air untuk pembangkit listrik tenaga air PLTA sebesar 3,3 megawatt. Bendungan Tapin juga dilengkapi akses jalan masuk sepanjang 21 kilometer dengan lebar 7 meter kantor pengelola rumah dinas tempat ibadah.