Kota Lama Semarang, Dulu Dijuluki Little Netherland (Foto: Debbie Kusuma/ Kontributor Beritadaerah)

Kota Lama Semarang, Dulu Dijuluki Little Netherland

(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Kota Lama Semarang atau yang sering disebut Outstadt atau Little Netherland mencakup daerah-daerah di mana terdapat gedung-gedung yang dibangun sejak zaman Belanda. Kota Lama sendiri terpusat di daerah sekitar sungai Mberok hingga menuju daerah Terboyo.

Semarang telah menjadi stategis di wilayah pesisir Utara Pulau Jawa. Memang sejak jaman  penjajahan Belanda, Semarang  adalah  kota perdagangan sekaligus ibukota Pemerintahan Kolonial Belanda. Itu sebabnya di Semarang terdapat Gedung- gedung tua di sudut kota yang merupakan peninggalan Belanda. Gedung-gedung tua itu masih tetap berdiri sampai saat ini.

Kota Lama muncul sekitar abad 18 ketika Semarang menjadi salah satu pusat perdagangan pemerintah kolonial Belanda. Pada masa itu, pemerintah kolonial Belanda hendak mengamankan warga dan wilayahnya sehingga mereka  membangun benteng Vijhoek.

Untuk mempercepat jalur perhubungan antar ketiga pintu gerbang di benteng itu maka dibuat jalan-jalan perhubungan, dengan jalan utamanya dinamai Heeren Straat. Salah satu lokasi pintu benteng yang ada sampai saat ini adalah Jembatan Berok, yang disebut De Zuider Por.

Kota Lama Semarang, bangunan lama menyatu dengan keseharian warga kota (Foto: Debbie Kusuma/ Kontributor Beritadaerah)

Jalur pengangkutan lewat air sangat penting hal tersebut dibuktikan dengan adanya sungai yang mengelilingi kawasan ini yang dapat dilayari dari laut sampai dengan daerah Sebandaran, di kawasan Pecinan. Masa itu Hindia Belanda pernah menduduki peringkat kedua sebagai penghasil gula seluruh dunia. Pada waktu itu sedang terjadi tanam paksa (Cultur Stelsel) di seluruh kawasan Hindia Belanda.

Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 Hektar. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga nampak seperti kota tersendiri, sehingga mendapat julukan “Little Netherland”.

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan saksi bisu sejarah Indonesia masa kolonial Belanda lebih dari 2 abad, dan lokasinya berdampingan dengan kawasan ekonomi. Di tempat ini ada sekitar 50 bangunan kuno yang mampu mewartakan jejak kolonialisasi Belanda di Semarang.

Bangunan di wilayah ini mengikuti bangunan-bangunan di benua Eropa sekitar tahun 1700-an. Dapat  dilihat dari detail bangunan yang khas dan ornamen-ornamen yang identik dengan gaya Eropa. Seperti ukuran pintu dan jendela yang besar, memakai kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, sampai adanya ruang bawah tanah.  Demikianlah fakta sejarah bahwa kota Lama Semarang ini dibangun di jaman Belanda.  Dan Belanda membuat kawasan ini bagi komunitas mereka.

Dari segi tata kota, wilayah ini dibuat memusat dengan gereja Blenduk dan kantor-kantor pemerintahan sebagai pusatnya. Karena pada saat itu pusat pemerintahan di Eropa adalah gereja dan gubernurnya. Gereja terlibat dalam pemerintahan dan demikian pula sebaliknya.

Bangunan khas Belanda di Kota Lama Semarang (Foto: Debbie Kusuma/ Kontributor Beritadaerah)

Kota Lama merupakan aset yang berharga bila dikemas dengan baik. Sebuah bentuk nyata sejarah Semarang dan sejarah Indonesia pada umumnya.

Saat ini bangunan-bangunan di Kota Lama Semarang ada yang difungsikan sebagai hotel, rumah tinggal dan perkantoran perusahaan Jawatan. Di sekitar Johar Gedung-gedung tua tersebut jumlahnya cukup banyak, antara lain Gereja Blenduk, Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Gedangan, Nilmij, Taman Sri Gunting, Marba, Marabunta dan De Spiegel.Kawasan Kota lama telah direvitalisasi dan dijadikan kawasan cagar budaya. Bangunan – bangunan kuno yang ada dilindungi. Agar kawasan ini tidak banjir, maka Pemerintah Kota Semarang telah membangun kolam retensi tawang yang berfungsi sebagai polder pengendali banjir. Di kawasan ini  wisatawan dapat menyaksikan peninggalan pusat perdagangan pada jaman dulu. Terletak di Jalan Letjen Soeprapto kurang lebih 3 Km dari arah timur, dibuka untuk umum setiap hari.

Jika anda menyukai bangunan bersejarah dan arsitekur Belanda, berkunjunglah ke Kota Lama Semarang. Disitu ada Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Gedangan, Nilmij, Taman Sri Gunting, Marba, Marabunta dan De Spiegel yang memperlihatkan gaya arsitektur Eropa abada XVII. Sebuah embung yang dikenal penduduk setempat Polder Tawang menunjukkan konsep kota pesisir yang tertata. Kota Lama Semarang memang menyimpan pesona historis yang luar biasa.

 

Debbie Kusuma/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Debbie Kusuma

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center