(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor produk olahan peternakan (unggas) satu kontainer berisi 6 Ton Varian Produk Olahan Peternakan milik PT. Malindo Food Delight secara perdana ke pasar Jepang di Kota Delta Mas, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (1/9).

Dalam acara pelepasan ekspor tersebut, Mentan Syahrul menyampaikan bahwa kinerja ekspor pertanian terus menunjukkan kinerja positif meski dihantam badai pandemi, setelah Juli tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 24,10% dibanding bulan sebelumnya. Pertanian Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memenangkan pasar ekspor, bahkan produk olahan peternakan juga menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor unggulan.

“Ini tandanya kita mampu untuk tetap maju, tidak menyerah melawan pandemi untuk kemajuan bangsa dan rakyat, saya siap dan saya pastikan Kementerian Pertanian akan terus mendukung langkah ini, jangan dilihat dari besar kecilnya, tidak ada yang besar tanpa melalui langkah kecil,” ungkap Syahrul yang dikutip laman Pertanian, Rabu (2/9).  

Ekspor daging ayam olahan ke Jepang, lanjut Syahrul, dapat menjadi pembuktian bahwa industri ayam olahan Indonesia sudah sangat maju sehingga mampu menembus pasar Jepang yang dikenal sebagai negara pemegang keamanan pangan yang tinggi. 

Syahrul mengatakan ekspor ini adalah sebuah prestasi, mengingat Jepang termasuk negara yang paling ketat dalam hal keamanan pangan. Selain itu juga dapat menjadi salah satu upaya yang strategis untuk membangun perekonomian dan harga diri bangsa, ia berharap peluang ekspor ini dapat turut membuka peluang kerjasama para pengusaha dengan peternak ayam mandiri. 

Sementara itu, Direktur Malindo Group Lau Joo Hwa yang turut mendampingi Menteri Pertanian pada pelepasan ekspor, mengatakan ekspor perdana makanan olahan ke negara Jepang dapat dijadikan momentum bagi seluruh pihak untuk ikut berperan membangun bangsa dan negara. 

Sedangkan Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil yang turut hadir dan menyerahkan sertifikat kesehatan karantina atau health certificate (HC) menyampaikan bahwa produk olahan ini telah melalui serangkaian tindakan di Karantina Pertanian Tanjung Priok.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts