Provinsi Maluku Ekspor 2,2 Ton Ikan Tuna ke Jepang

(Beritadaerah – Maluku) Dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Maluku pada hari Minggu (30/8), Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melepas ekspor 2.200 kg (2,2 ton) ikan tuna ke Jepang bersama Gubernur Maluku Murad Ismail di kantor PT Maluku Prima Makmur, Ambon. Turut mendampingi Menteri Edhy dalam kunjungannya yakni anggota DPR Abdullah Tualasikal, anggota DPD Anna Latuconsina, sejumlah pejabat eselon I Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta staf ahli menteri.

Saat sambutannya, Menteri Edhy menegaskan dukungannya untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan (KP) di Provinsi Maluku. Terlebih perairan Maluku memiliki potensi perikanan yang luar biasa.

“Ini ikan asli Indonesia, khususnya yang di tangkap di laut Maluku. Pak gubernur, bapak yang lepas saya menyaksikan karena bapak yang punya wilayah,” kata Menteri Edhy yang dikutip laman KKP, Senin (31/8).

Sebelum melepas ekspor, Menteri Edhy pun menyerahkan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Sertifikat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah ke negara tujuan ekspor bahwa produk perikanan tanah air aman dikonsumsi.

Selain itu, HACPP juga menandakan bahwa perusahaan pengekspor telah mengantongi Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) atau bukti penerapan cara pengolahan ikan yang baik (Good Manufacturing Practices) dan memenuhi persyaratan prosedur operasi standar sanitasi (Sanitation Standard Operating Procedure).

Disampaikan juga oleh Edhy bahwa HACCP ini sertifikat untuk ekspor sebagai bentuk komitmen kita ke negara tujuan. Di masa pandemi COVID-19, Menteri Edhy meminta jajarannya untuk tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Hal ini ditunjukan dengan pemberian sertifikat ekspor ke Arab Saudi ke pelaku usaha di Ambon.

Sebagai informasi sebelum berkunjung ke Maluku, Menteri Edhy melakukan lawatan ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut Menteri Edhy meninjau kolam bioflok nila di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT. Kolam-kolam bioflok ini merupakan bantuan dari KKP  akhir tahun lalu untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain itu juga Menteri Edhy memberikan sejumlah bantuan untuk membangun perikanan budidaya di NTT. Di antaranya 19 paket bioflok senilai Rp 2,688 miliar dan 25 paket bibit rumput laut senilai Rp 525 juta untuk kelompok masyarakat di Kabupaten Rote Ndao. Kemudian bantuan 400 ekor calon induk lele dan 52 ribu ekor benih ikan nila di Kabupaten Kupang.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).