(Beritadaerah – NTT) Dalam acara webinar “Tata Kelola Pariwisata Flores NTT Menuju Era Adaptasi Kebiasaan Baru”, yang berlangsung pada Jumat (28/8), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendorong destinasi Labuan Bajo untuk menjadi pintu gerbang pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Flores mempunyai berbagai potensi destinasi wisata yang potensial dimanfaatkan untuk memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut dibuktikan dengan terpilihnya Labuan Bajo sebagai salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas (DSP), demikian yang disampaikan oleh Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh.

“NTT itu memiliki daya tarik yang luar biasa dari sisi pariwisata. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana mentransformasikan potensi-potensi ini menjadi produk unggulan yang berkualitas sehingga kita benar-benar harus memperhatikan prinsip keberlanjutan,” kata Frans dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Senin (31/8).

Dijelaskan Frans bahwa untuk mewujudkan pengembangan destinasi wisata ke arah yang lebih baik di Flores, perlu ada kolaborasi dan komunikasi yang intensif antara berbagai pihak. Sehingga, sektor pariwisata bisa menjadi penggerak roda perekonomian hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT. Dengan kolaborasi dan komunikasi yang intensif, maka pengelolaan pariwisata NTT dapat membangkitkan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke NTT, terutama ke Pulau Flores.

Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan Organisasi dan Kelembagaan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Manggarai Barat Servasius Irwan Budi Setiawan ikut mendukung pernyataan dari Frans. Menurut Servasius, berdasarkan data kedatangan wisatawan ke NTT pada 2019, ada 137.740 wisatawan mancanegara dan 210.770 wisatawan nusantara yang datang berwisata ke Flores dari Labuan Bajo.

Sepanjang tahun 2019, Taman Nasional Komodo menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Manggarai Barat sebesar Rp 50 miliar dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata. Terlebih UNESCO telah menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai situs warisan dunia.

Sementara itu, Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do menambahkan, wisatawan yang masuk dari Labuan Bajo, dapat menikmati berbagai atraksi wisata alam dan budaya yang menarik di berbagai daerah yang ada di Pulau Flores. Salah satunya, tradisi tinju adat atau Etu yang dilaksanakan setiap tahun di 31 kampung adat yang ada di Nagekeo.

Selain itu juga, Pemerintah Kabupaten Nagekeo melakukan penerapan sapta pesona, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampung adat, dan mengembangkan pemanfaatan rumah-rumah penduduk sebagai penginapan untuk menerima turis dengan menggandeng PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts