(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah terus mengoptimalisasi produksi industri komoditi lobster, salah satunya di Telong Elong, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu guna menjadikan sentral industri komoditi lobster di Indonesia sebagai sentral dunia, demikian yang diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) Safri Burhanuddin saat berada di Lombok, NTB (Rabu 26/8).

“Telong Elong ini merupakan salah satu sentral industri komoditi lobster di Indonesia, karena ini sudah ada bukan cuma setahun dua tahun, tetapi bertahun-tahun dan berjalan dengan baik. Ini bagus dengan kita ada target bagaimana menjadikan sentral industri komoditi lobster di Indonesia menjadi sentral di dunia,” kata Deputi Safri yang dikutip laman Maritim, Kamis (27/8).

Dalam mewujudkan hal tersebut, Safri menjelaskan tentu saja terlebih dahulu butuh keseimbangan antara industri komoditi lobster dan ekspor lobster Indonesia, yaitu industri komoditi lobster tetap berkembang dan ekspor tetap ada dengan pemberlakuan pembatasan. Sesuai dengan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yakni Peraturan Nomor 12/Permen-Kp/2020 Tentang Pengelolaan Lobster.

Kita prioritaskan industri komoditi lobster tapi juga harus ada kuota yang ditetapkan supaya eksportir juga bisa jalan. Kalau tidak nanti mereka (para nelayan) kecewa, ungkap Safri. Saat ini lobster yang dibudidayakan di Telong Elong terdiri atas dua jenis yaitu, lobster pasir dan lobster mutiara.

Safri tambahkan selain keseimbangan, hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lobster khususnya di Telong Elong ini, yakni kedalaman tempat penangkaran lobster. Saat ini di Telong Elong kedalamannya baru sekitar 5-6 meter, padahal idealnya sampai 10 meter.

Sebagai penutup Deputi Safri menjelaskan bahwa pengembangan lokasi sentra industri komoditi lobster kedepan diharapkan dapat didesain sedemikian rupa sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu juga dibuat penataan lokasi yang menarik dan unik dengan khas bambu betungnya, atau dengan cara penangkapan lobster yang kemudian disajikan dengan menu masakan bahan dasar lobster. Dengan demikian lokasi ini menjadi daya tarik juga bagi wisatawan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts