(Beritadaerah – Nasional) Dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin meningkat, baik itu untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri makanan dan minuman, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong tumbuhnya pabrik gula baru di Indonesia.

Oleh karena itu diperlukan kebijakan strategis yang dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif di tanah air. Demikian yang disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mengunjungi Pabrik Gula PT Prima Alam Gemilang (PAG) Bombana yang berlokasi di Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

“Kami fokus memacu pembangunan pabrik-pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu, sehingga dapat beroperasi dengan penuh,” kata Menperin yang dikutip laman Kemenperin, Rabu (26/8).

Menperin menjelaskan, guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya fasilitas memperoleh bahan baku dalam rangka pembangunan pabrik gula baru maupun perluasan investasi. Hal ini bertujuan untuk menarik minat investasi, meringankan beban biaya investasi yang besar dan membantu efisiensi operasional pabrik. Dalam hal ini, telah diterbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula.

Pabrik Gula PAG Bombana memiliki kapasitas giling hingga 12.000 ton cane per day (TCD), sehingga merupakan pabrik gula dengan jumlah produksi terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh pengusaha dalam negeri. Perusahaan ini didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektare. Kemenperin mencatat, saat ini produksi gula di Indonesia sebesar 2,2 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan gula nasional mencapai 5,8 juta ton per tahun.

Sementara itu Direksi PT PAG Bombana Arif Efendi, saat ini Pabrik Gula Bombana sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung automatisasi. Hal ini sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Pabrik Gula PT. PAG Bombana bertekad untuk turut berpartisipasi menopang program pemerintah dalam upaya swasembada gula dan ketahanan pangan. Serta berkomitmen dapat memenuhi kuota gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts