(Beritadaerah – Nasional) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan pada acara Aksi Nasional Pencegahan Korupsi secara virtual, Rabu (26/8), di Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat. Presiden dalam agenda tersebut, didampingi oleh Menko Polhukam Mahfud MD dan Seskab Pramono Anung.

Dalam kesempatan tersebut, selain menyampaikan hal-hal penting tentang regulasi nasional yang perlu dibenahi, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa gerakan budaya anti korupsi harus terus digalakkan. Masyarakat harus tahu apa itu korupsi, gratifikasi, serta mengambil bagian juga dalam upaya pencegahan korupsi.

”Antikorupsi, kepantasan, dan kepatutan yang harus menjadi budaya,” tutur Presiden. Diharapkan takut melakukan korupsi bukan hanya terbangun atas ketakutan terhadap denda dan terhadap penjara, tapi juga bisa didasarkan pada ketakutan kepada sanksi sosial, takut dan malu pada keluarga, kepada tetangga, dan tentunya kepada Yang Maha Kuasa dan kepada neraka.

Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk menjadi bagian penting dari gerakan budaya anti korupsi ini. ”Tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, dan para pendidik institusi pendidikan keagamaan, kesenian, adalah bagian yang sangat penting dari upaya ini,” kata Presiden.

Dengan keteladanan semuanya, perbaikan regulasi dan reformasi birokrasi, Presiden yakin masyarakat akan menyambut baik gerakan budaya antikorupsi ini. Kepala Negara sampaikan akan terus mengikuti aksi pencegahan korupsi ini dari waktu ke waktu.

”Pelaksanaan tiga agenda besar yang tadi saya sampaikan adalah kita bersama-sama laksanakan, samakan visi dan selaraskan langkah untuk membangun pemerintahan yang efektif, yang efisien, dan inovatif, sekaligus bebas dari korupsi,” pungkas Presiden.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani