Dukung Infrastruktur Ibu Kota Baru, PLN Perkuat Sistem Kelistrikan di Kaltim

(Beritadaerah – Kalimantan) Pemerintah telah menetapkan lokasi ibu kota baru Indonesia yang berada di di wilayah administratif Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Melalui rapat terbatas pemerintah pada tanggal 29 April 2019, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa. Pemindahan ibu kota ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

Dalam upaya mendukung dan mempersiapkan infrastruktur dilokasi tersebut, PLN berhasil memberikan tegangan pertama (energize) pada tiga proyek infrastruktur ketenagalistrikan yaitu Gardu Induk (GI) 150 kiloVolt (kV) Embalut, GI 150 kV New Samarinda dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Embalut – New Samarinda.

Tiga proyek ini merupakan upaya strategis PLN untuk meningkatkan keandalan listrik Kalimantan Timur yang dipersiapkan menjadi ibu kota baru Indonesia mulai tahun 2024, demikian yang disampaikan General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) Muhammad Ramadhansyah.

“Penguatan sistem infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Timur ini merupakan dukungan kesiapan Ibu Kota Negara yang baru serta perkuatan kota penyangga di sekitarnya,” kata Ramadhansyah yang dikutip laman BUMN, Selasa (25/8).

Jalur transmisi SUTT 150 kV Embalut – New Samarinda terdiri dari 45 tower dan terbentang sepanjang 28,4 kilometer sirkuit (kms) dari Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kota Samarinda. Infrastruktur ketenagalistrikan ini nantinya akan menambah keandalan sistem Intekoneksi Kalimantan khususnya pada sistem kelistrikan Mahakam. Saat ini PLN juga kini tengah membangun jaringan transmisi 150 kV New Samarinda – Sambera dengan 67 tower yang terbentang sepanjang 40 kms.

Selain di Kalimantan, PLN juga terus mengejar pembangunan dua jaringan transmisi bertegangan 150 kV di Sulawesi Barat (Sulbar), yaitu jaringan transmisi 150 kV Mamuju – Topoyo dan Topoyo – Pasangkayu. Percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan Sulbar dan Sulteng sebagai provinsi penyangga bagi ibu kota baru Indonesia yang akan datang.

Kedua jaringan transmisi yang memiliki lintasan sepanjang 181 Km ini juga dibangun dalam rangka meningkatkan keandalan dan pasokan listrik bagi Kota Palu dan sisi barat Sulteng pasca dilanda bencana gempa, tsunami dan likuifaksi 2018 silam. Pengerjaan transmisi ini diupayakan rampung pada September 2020.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu