Proyek Strategis Nasional, Angkasa Pura Bangun Bandara dengan Biaya Mandiri

(Beritadaerah – Nasional) Pengembangan dan pembangunan bandar udara (bandara) menjadi perhatian dari pemerintah dalam upaya membangun konektivitas antar daerah.  Angkasa Pura Airports melakukan pembangunan dan mengembangkan sejumlah bandara, baik yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun yang tidak termasuk, menggunakan pembiayaan mandiri, baik melalui kas internal maupun penerbitan obligasi perusahaan. Hal ini merupakan salah satu wujud dedikasi perusahaan untuk berkontribusi membangun negeri tanpa membebani keuangan negera.

Pada 2017, melalui Perpres 58 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan 3 bandara yang dikelola Angkasa Pura Airports menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional dari total 8 proyek pembangunan dan revitalisasi bandara. Delapan bandara tersebut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu proyek pembangunan bandara dan proyek revitalisasi bandara.

Adapun 3 bandara yang masuk dalam PSN yaitu pembangunan bandara baru Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, pengembangan Terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, dan pengembangan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.  Tiga bandara ini telah selesai dibangun dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebagai wujud dedikasi kepada negara dalam merealisasikan kemandirian ekonomi daerah melalui pengembangan infrastruktur bandara, Angkasa Pura Airports membangun dan mengembangkan bandara-bandara kelolaannya melalui pembiayaan mandiri tanpa membebani keuangan negara. Pembiayaan mandiri yang dimaksud yaitu melalui penggunaan kas internal maupun penerbitan obligasi perusahaan. Selain itu, Angkasa Pura Airports juga senantiasa siap menerima penugasan untuk mengelola dan mengembangkan bandara-bandara yang sebelumnya dikelola oleh Pemerintah,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi yang dikutip laman BUMN, Minggu (23/8).

Sebagai informasi, pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon progo menghabiskan dana sebesar Rp 10,5 triliun. Untuk Terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dibangun dengan investasi sebesar Rp 2,075 triliun. Sedangkan Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 2 triliun

Adapun pengembangan bandara lainnya telah dan terus dilakukan yaitu, perluasan terminal Bandara Adi Soemarmo Solo, pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, perluasan Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Lombok Praya, Bandara El Tari Kupang, Bandara Sam Ratulangi Manado, dan Bandara Pattimura Ambon.

Pembiayan pengembangan bandara bersumber dari obligasi perusahaan yang telah diterbitkan pada Oktober 2016  melalui skema Penawaran Umum “Obligasi I Angkasa Pura Airports dan Sukuk Ijarah I Angkasa Pura Airports Tahun 2016” dengan total nilai yang ditawarkan kepada masyarakat sebesar Rp 3 triliun, pendanaan berupa pinjaman dari bank dan lembaga keuangan non-bank dengan nilai keseluruhan Rp 5 triliun pada Desember 2018 lalu, dan pendanaan lainnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu