(Beritadaerah – Sulawesi Barat) Petak petak sawah berisikan padi padi menguning yang siap dituai terbentang luas di bawah kaki gunung Gandang Dewata.
Langit biru membentang luas dihiasi awan awan yang saling baris-berbaris menghiasi cakrawala.
Udara segar bebas leluasa menyeruak masuk k edalam paru-paru dan aliran darah. Sementara burung-burung di atas pohon menyanyikan lagu tentang kebesaran alam nan damai.

Hamparan Sawah di Kabupaten Mamasa (Foto: Kontributor Beritadaerah)

Itulah sepenggal gambaran dari kabupaten Mamasa yang terletak di provinsi Sulawesi Barat. Untuk mencapainya, kita dapat menggunakan mobil yang disebut “pete-pete” sekitar tujuh jam dari Makassar, Sulawesi Selatan. Jarak antara Makassar-Mamasa sekita 340 KM. Beberapa bagian pemandangan alam dalam perjalanan ke sana, sangat mengesankan. Bukit bukit hutan pinus, Hamparan padang rumput indah dengan jajaran ternak hingga langit penuh taburan bintang yang menawan, bila Anda beruntung bisa melihatnya.

Hasil pertanian Mamasa adalah padi, ubi jalar, kacang tanah, sayur sayuran dan buah buahan. Sedangkan hasil perkebunan nya adalah kopi yang masih banyak dikelola secara tradisional. Selain itu, masyarakatnya juga mengusahakan peternakan seperti sapi, kerbau, babi, kambing dan unggas.

Orang Mamasa adalah orang yang rajin dan ramah. Meskipun udara sangat dingin, namun mereka sudah terbiasa bangun pagi sekali untuk mengusahakan mata pencaharian mereka. Masyarakat Mamasa percaya, kalau bangun pagi pasti banyak rejeki. Kalau bangun siang, tidak ada rejeki. Ciri lainnya adalah para penduduk Mamasa terbiasa membersihkan pekarangan rumah mereka di pagi hari. Sudah seperti kebiasaan, siapa yang tidak suka membersihkan halaman rumahnya di pagi hari adalah pemalas.

“Negeri di atas awan”, Mamasa, Sulawesi Barat (Foto: Kontributor Beritadaerah)

Karena kondisi alam yang bergunung-gunung, pemandangan indah banyak kita jumpai disana. Yang paling digandrungi warga adalah Buntu Liarra (Gunung Liarra) di desa Talimbung. Semua orang ingin merasakan dan mengalami  sensasi “Negeri di atas awan”. Selain itu, banyak ditemukan pemandian air panas di sekitar Mamasa.

 

Simon Wagner/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani