(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Zaman sekarang, jika kita bepergian, hampir semuanya memilih angkutan modern, seperti pesawat, mobil, atau motor, kapal laut, atau kereta api. Namun, tak banyak yang menyadari, bahwa angkutan ‘jadul’ alias jaman dulu ternyata asyik juga bila digunakan untuk berkeliling kota untuk menikmati pemandangan kota.

Ada yang menarik di Kota Pematangsiantar (biasa disebut Siantar), Sumatera Utara. Di Kota Pematangsiantar kita dapat menemukan motor gede Birmingham Small Arms atau BSA yang dijadikan becak motor alias bentor. Aangkutan umum ‘jadul’ itu masih digunakan hingga sekarang, namanya becak Siantar. Dengan angkutan umum ‘jadul’ ala Siantar ini kita bisa berkeliling kota Siantar.

Becak Motor di sebuah pasar di Siantar (Foto: Ida Arthawaty/ Kontributor Beritadaerah)

Becak yang termasuk langka di dunia ini menjadi salah satu ikon kota Pematang siantar. Moge yang menggunakan mesin motor merk Birmingham Small Arm (BSA) ini merupakan pabrikan Inggris yang yang dibuat tahun 1940an. Becak Siantar ini masih banyak beredar di kota Siantar, menurut data dari berbagai sumber ada sekitar 700-1000 unit.Kekuatan mesin becak ini masih dapat diperhitungkan kemampuannya membawa 2 orang penumpang dengan total berat 100-200kg baik dijalan yang rata maupun tanjakan. Mesin motor bekas kendaraan perang sekutu yang awalnya dibawa oleh tentara Belanda ke Indonesia di tahun 1949 ini memiliki kekuatan mesin 250-500cc.

Secara umum, semua unit motor BSA yang digunakan sebagai becak mesin di kota Siantar ini tidak sepenuhnya dibawa tentara Belanda masuk ke Siantar. Mulanya keberadaan motor tua sisa perang dunia kedua ini hanya sedikit sejak penjajah keluar dari Indonesia dan juga Siantar.

Lalu ditahun 1958 beberapa masyarakat Siantar memburu motor BSA ini sampai ke Jakarta dan Surabaya karena memang motor jenis ini paling banyak ditinggalkan penjajah di kota ini. Dari pemburuan itu akhirnya diangkut lah ratusan motor BSA ke kota Siantar via kapal laut. Kemudian di tahun 1960an bebrapa kolektor motor BSA yang memburunya sampai ke Jawa ini memodifikasinya sebagai becak. Sekitar tahun 60an lah kota Siantar dikenal sebagai kota berbecak BSA.

Perjuangan pemilik motor BSA ini sangat gigih dengan ketiadaan spareparts dan teknisi khusus yang bisa memperbaiki motor BSA yang tua dan rusak, dengan kerja keras, orang-orang Siantar menciptakan sendiri sparepart BSA yang tak mungkin didatangkan bahkan dari tempat kendaraan ini dibuat (Birmingham, Inggris).

Orang-orang Siantar pun, terutama pemilik motor BSA, mulai belajar membedah mesin BSA. Mereka sudah bisa menciptakan sendiri onderdil untuk motor BSA. Ada beberapa pabrik-pabrik mini yang mampu memproduksi spare part motor BSA di Siantar. Mulai dari karburator, hingga pelek.

Saat ini Becak Siantar sudah dapat dijadikan menjadi salah satu situs purbakala, karena sesuai dengan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1992, setiap benda peninggalan sejarah di atas usia 50 tahun dapat dinyatakan cagar budaya dan wajib dilindungi pemerintah.

Berkeliling di kota Siantar menumpang Becak Siantar ini cukup seru dengan goyangan di kursi penumpangnya mantap karena dipasang per mobil di bawah gandengan. Sehingga, menjadi penumpang di becak ini seakan naik ayunan, nyaman sekali. Dengan Becak Siantar ini kita bisa menikmati seru nya petualangan keliling kota sekaligus melestarikan angkutan umum yang ternyata masih Berjaya di usianya.

Debbie Kusuma/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts