(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar webinar Stimulus Keringanan Listrik Tagihan Listrik pada hari Selasa, 18 Agustus 2020. Hadir dalam webinar ini yakni Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi, EVP Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN Edison Sipahutar, Sekretaris Badan Perhimpunan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Yogyakarta Herman Tony, Ketua Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Yustinus Gunawan dan asosiasi industri lainnya.

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memberikan stimulasi keringanan tagihan listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) golongan rumah tangga 450 VA, 900 VA bersubsidi, pelanggan bisnis dan industri kecil (UMKM) 450 VA. Khusus bagi pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus diberikan pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban/abonemen.

Disampaikan oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, jumlah pelanggan yang mendapatkan stimulus keringanan tagihan listrik ini berjumlah 33,64 juta pelanggan PLN, yang terdiri dari 31,88 juta pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, 501 ribu pelanggan bisnis 450 VA dan 433 pelanggan industri 450 VA. Selain itu, terdapat 1,26 juta pelanggan PLN golongan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus yang mendapat stimulus berupa pembebasan energi minimum dan biaya beban atau abonemen.

Salah satu industri yang mendapatkan manfaat dari stimulus keringanan tarif listrik tersebut adalah sektor perhotelan dan restoran. Menurut Sekretaris BPD PHRI Yogyakarta Herman Tony, pada awal pandemi COVID-19  merebak, PHRI telah mengusulkan adanya stimulus listrik untuk industri pariwisata.

“Harapan industri hotel dan restoran untuk sektor listrik ini sudah kami sampaikan di awal-awal pandemi merebak. Yaitu menghilangkan pembayaran minimum jam nyala, jadi perhitungan pembayaran mengikuti pemakaian riil,” ujar Herman yang dikutip laman ESDM, Selasa (18/8).

Pandemi COVID-19 memang membuat industri pariwisata, termasuk hotel dan restoran ‘mati suri’. Industri ini, menurut Herman, terlebih dahulu terdampak, tapi hampir pasti juga yang paling terakhir bangkit. Kini, setelah stimulus keringanan tagihan listrik berlaku, Herman mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan mengaku stimulus tersebut meringankan beban pelaku usaha, khususnya di sektor perhotelan dan restoran.

Namun demikian, Herman juga menyampaikan usulan lain dari PHRI kepada pemerintah dan PLN agar dapat menampung usulan pelaku usaha yang ingin berhenti sebagai pelanggan premium PLN maupun yang ingin melakukan penurunan daya sementara.

Terkait usulan tersebut, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan pihaknya akan memfasilitasi pelaku usaha untuk melakukan diskusi dengan PLN. Pemerintah memberikan stimulus keringanan tagihan listrik guna meringankan beban masyarakat dan para pelaku industri yang paling terdampak serta mendorong roda perekonomian nasional.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts