Menparekraf Ajak Masyarakat Maknai Kemerdekaan dengan Kreativitas dan Inovasi

(Beritadaerah – Nasional) HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung pada hari Senin, tanggal 17 Agustus 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak masyarakat untuk memaknai dengan semangat kreativitas dan inovasi untuk bangkit bersama membangun pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini harus dirayakan dengan cara berbeda akibat pandemi. Namun hal itu tidak sepatutnya mengurangi rasa cinta tanah air dan makna perjuangan kemerdekaan untuk bangkit bersama, demikian yang disampaikan oleh Wishnutama Kusubandio di Jakarta.

“Harapan, optimisme, dan rasa cinta tanah air harus semakin menguat meski Indonesia sedang dihadapkan dengan kesulitan,” kata Wishnutama dalam keterangan persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (17/8).

Wishnutama katakan Indonesia adalah bangsa besar yang mampu menghadapi segala macam tantangan bersama. Keterbatasan harus dijadikan momentum untuk kreatif dan berinovasi, bergotong royong menuju Indonesia Maju.

Ditambahkan oleh Wishnutama bahwa, kekuatan bangsa Indonesia adalah persatuan dengan kekayaan alam dan budayanya yang tinggi. Pesan Presiden, kita harus menjadikan musibah pandemi ini sebagai momentum untuk sebuah lompatan besar, kebangkitan baru akan Indonesia yang produktif namun tetap aman COVID-19.

Dengan mengenakan pakaian adat, Menparekraf Wishnutama Kusubandio bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo bersama para pejabat madya di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi dan penurunan bendera Sang Merah Putih secara virtual dari Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menparekraf mengenakan pakaian beskap khas Betawi sementara Wamenparekraf mengenakan kebaya lengkap dengan kain tenun. Sedangkan Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani yang mengenakan pakaian khas Suku Dayak, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Hari Santosa Sungkari mengenakan pakaian adat khas Nias. Semua yang hadir mengikuti upacara dengan khidmat dengan protokol kesehatan yang ketat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu