(Beritadaerah – Sulawesi) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun sejumlah infrastruktur di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Sebagai kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi Barat, kebutuhan akan infrastruktur sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satu pembangunan yang akan dikerjakan pada tahun 2020 adalah pembangunan Bendungan Budong-Budong.

Bendungan Budong-Budong sebagai bagian Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan untuk menambah jumlah tampungan air dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan air. Di samping itu, kehadiran bendungan ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang dikutip laman PU, Senin (17/8).

Bendungan Budong-Budong dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan kapasitas tampungan 65 juta m3 dalam rangka pengembangan dan peningkatan Daerah Irigasi (DI) seluas 3.500 hektare sehingga dapat meningkatkan intensitas tanam untuk lahan potensial sawah seluas 2.777 hektare, perkebunan kelapa sawit seluas 16.135,971 hektare, dan sawah eksisting seluas 230.907 hektare.

Kabupaten Mamuju Tengah sendiri memiliki luas wilayah 306.527 km2 yang didominasi dengan lahan kering sekitar 38% dan sekitar 24% lahan kering sekunder. Kabupaten ini terdiri dari lima kecamatan yakni Kecamatan Tobadak, Pangale, Budong-Budong, Topoyo, dan Karossa dengan komoditas unggulan seperti tanaman pangan padi dan palawija serta perkebunan sawit, kakao, kelapa, jeruk, kopi, tanaman obat, dan aromatika (nilam). Secara administratif, Bendungan Budong-Budong berada di Desa salulebo, Kecamatan Topoyo dengan daerah layanan meliputi Daerah Irigasi Tobadak, Sulobaja, Bambadaru, Sallogata, Tinali, Barakkang, dan Lembah Hada.

Bendungan ini juga memiliki potensi manfaat air baku sebesar 410 liter/detik. Kabupaten Mamuju Tengah sebagai daerah yang tengah berkembang diperkirakan akan banyak kegiatan pembangunan baik di bidang pertanian lahan basah maupun kegiatan industri yang membutuhkan air baku dari sumber air bendungan.

Saat ini pembangunan Bendungan Budong Budong, yang meliputi bendungan utama, bangunan pelimpah, dan bangunan pengelak, sedang dalam proses lelang. Total biaya pembangunannya sebesar Rp 1,24 triliun dengan target selesai tahun 2023. Sementara itu Kementerian PUPR tengah melakukan peningkatan jalan akses dan pembuatan jembatan ke lokasi bendungan serta penyiapan manajemen keselamatan.

Dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan, pemerintah terus membangun bendungan dan irigasi termasuk infrastruktur pendukungnya di berbagai daerah. Ada 65 bendungan yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan dibangun dan menjadi salah satu prioritas dari Program Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts