Indonesia dan Filipina Perkuat Kerja Sama Perdagangan di Forum Bilateral

(Beritadaerah – Nasional) Hubungan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Filipina cenderung terus positif dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag) total perdagangan kedua belah negara pada 2019 mencapai USD 7,6 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 5,9 miliar.

Pada periode Januari–Juni 2020, total perdagangan tercatat USD 2,9 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 2,6 miliar dan impor sebesar USD 283 juta, sehingga surplus Indonesia sebesar USD 2,3 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Filipina pada 2019 adalah batu bara (USD 1,5 miliar), mobil (USD 1,1 miliar), sepeda motor (USD 681 juta), konsentrat dari kopi dan teh (USD 455 juta), dan minyak kelapa sawit (USD 230 juta). Untuk Produk impor utama Indonesia dari Filipina pada 2019 adalah tembaga dimurnikan (USD 86 juta), polimer dari propilena (USD 65 juta), bagian dan aksesoris kendaraan bermotor (USD 63 juta), mesin cetak (USD 65 juta), dan ketel uap air (USD 45 juta).

Masing-masing negara berkomitmen untuk menjaga hubungan baik guna keberlangsungan kegiatan perdagangan dan investasi. Kondisi pandemi COVID-19 tidak menghalangi kedua belah negara membahas berbagai isu dan kerja sama dalam forum bilateral “The Joint Working Group on Trade, Investments, Handicrafts, and Shipping (JWG-TIHS)”.

Pertemuan JWG tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-8 dan diselenggarakan secara virtual pada Selasa (11/8). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo dan Undersecretary for Industry Development and Trade Policy Group Filipina, Ceferino S. Rodolfo.

“COVID-19 membuat ekonomi Indonesia dan Filipina mengalami kontraksi. Oleh sebab itu, pada JWG kali ini kedua delegasi sepakat memperkuat kolaborasi dan kerja sama, termasuk mencari jalan keluar dari permasalahan dagang yang dihadapi selama ini,” tegas Iman yang dikutip laman Kemendag, Rabu (12/8).

Iman menjelaskan, dalam pertemuan JWG ini dibahas enam inisiatif kerja sama dan dialog, yaitu MoU on Investment Promotion Cooperation, MoU on Halal, MoU on Creative Economy Cooperation, MoU on Marine and Fisheries Cooperation, Dialog Industri Tembaga, dan Dialog Industri Tekstil.

Pada pertemuan itu juga dibahas berbagai isu dagang yang dihadapi masing-masing negara. Indonesia mengangkat tiga isu, yaitu penggunaan instrumen special safeguard (SSG) terhadap kopi instan Indonesia, rencana investigasi safeguard atas impor kendaraan bermotor, dan isu pendaftaran produk obat pada food and drug administration (FDA) Filipina selama masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, Filipina mengangkat isu eksportasi produk pertanian, peternakan, dan minuman olahan ke Indonesia. Ditambahkan oleh Iman, melalui pembahasan dalam pertemuan ini, diharapkan arus perdagangan kedua negara akan semakin lancar dan ekonomi Indonesia dan Filipina dapat bangkit kembali pasca COVID-19.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).