Ilustrasi Investasi (Foto: Chronis Yan/ Unsplash)

Fitch Berikan Peringkat BBB, Memberikan Optimisme Untuk Indonesia

(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis Pada tanggal 10 Agustus 2020, Lembaga pemeringkat Fitch tetap memberikan peringkat BBB (investment grade) dengan outlook stabil kepada Indonesia. Hal ini berarti Sovereign Credit Rating Republik Indonesia tidak berubah sekali pun pada kuartal II pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif.

Indonesia memang pendapatan perkapitanya masih harus mengejar negara peers. Tantangan ini disertai juga dengan ketergantungan pada sumber pembiayaan dari luar negeri, indikator tata kelola yang harus diperbaiki dan penerimaan pemerintah yang perlu ditingkatkan. Namun Fitch tetap memberikan peringkat BBB karena prospek pertumbuhan ekonomi yang baik dalam jangka menengah dan rendahnya utang pemerintah secara relatif.

Fitch memperikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan meningkat pada tahun 2021 hingga 6,6%. Dan tidak berhenti hingga tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berlanjut hingga 2022, karena fokus pemerintah dalam pembangunan Infrastruktur, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia akan bertumbuh hingga 5,5 persen pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terkontraksi hingga 5,3% sudah masuk dalam perkiraan Fitch. Kontraksi ini disebabkan dampak Covid-19 yang mempengaruhi sisi konsumsi dan sisi produksi, juga kondisi-kondisi lain yang disebutkan oleh BPS seperti Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada Triwulan II-2020 mencapai 482,65 ribu kunjungan, atau turun sebesar 81,49 persen (q-to-q) dan turun 87,81 persen (y-on-y).

Respons pemerintah yang cepat melalui kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional menjadi pantuan Fitch. Dukungan dana yang dikeluarkan Rp 695 triliun (4,4% dari PDB) untuk menghadapi pandemi ini dikucurkan untuk mereka yang mengalami dampak. Pemerintah memiliki prioritas memberikan bantuan langsung kepada mereka yang terdampak, menjalankan program pemulihan ekonomi, dan bagaimana menghidupkan kembali perekonomian dengan kesehatan masyarakat yang terjaga. Pemerintah memberikan insentif perpajakan bagi kalangan dunia usaha, dan memberi dukungan modal kerja bagi UMKM dan terobosan lainnya termasuk penundaan batas defisit fiskal sebesar 3% terhadap PDB untuk jangka waktu tiga tahun dan bang sentral membiayai defisit secara langsung.

Kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah ini dalam pandangan Fitch akan memberikan ruang gerak bagi pemerintah untuk melakukan berbagi kebijakan untuk bisa mengatasi pandemi. Selama ini Indonesia selalu berhasil mencapai kebijakan defisit di bawah 3% terhadap PDB. Fitch dalam asesment-nya mengatakan bahwa pemerintah akan kembali berhasil memenuhinya pada tahun 2023.  Perkiraan defisit fiskal menurut Fitch adalah 6,0% pada tahun 2020, disebabkan karena belanja pemerintah akan lebih tinggi dibandingkan penerimaan pemerintah, karena kontraksi perekonomian. Fitch memperkirakan defisit akan semakin berkurang menjadi 5,0 % pada tahun 2021 dan 3,5% pada tahun 2022.

Fitch juga berpendapat “burden sharing” yang dilakukan Bank Sentral dengan pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 akan membuat beban pemerintah terhadap bunga yang harus ditanggung menjadi lebih ringan. Fitch meyakini bahwa kredibilitas kebijakan moneter Indonesia selama ini akan membuat “burden sharing” ini bersifat sementara.

Bank Indonesia memiliki likuiditas yang memadai untuk perbankan dan permodalan sektor perbankan dengan capital-adequacy ratio sebesar 22,1% Mei 2020 dinilai Fitch bahwa sektor perbankan masih memiliki permodalan yang kuat. Fitch memberikan Sovereign Credit Rating Indonesia pada BBB dengan outlook Stabil karena usaha reformasi structural pemerintah yang berdampak pada meningkatnya foreign direct investment (FDI) yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Penilaian Fitch adalah kabar baik bagi Indonesia untuk tetap optimis menghadapi tantangan dampak pandemi covid 19 yang melemah ekonomi berbagai negara di seluruh dunia. Indonesia tetap memiliki pijakan yang kuat untuk mengatasi pandemi bersama-sama. Kunci Indonesia bisa melewati nya memang terletak pada kedisplinan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini sehingga pemulihan ekonomi dapat dilakukan dengan cepat.

About Fadjar Dewanto

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.