Yakinkan Industri Pariwisata di Afsel, Kemenparekraf Jelaskan Penerapan CHSE

(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar webinar bertopik “The Cost of COVID-19 for Global Tourism: How Indonesia and South Africa Responding” pada Selasa (28/7). Webinar ini untuk memberikan informasi dan meyakinkan para pelaku industri pariwisata di Afrika Selatan (Afsel) terkait penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability) di destinasi-destinasi pariwisata Indonesia.

Hadir dalam webinar ini Plt Direktur Pemasaran Regional III (Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika) Kemenparekraf/Baparekraf Raden Sigit Witjaksono, Duta Besar RI untuk Afrika Selatan merangkap Botswana, Eswatini, dan Lesotho (Pretoria) Salman Al Farisi, Chief Executive Officer South African Tourism Sisa Nthsona, Managing Director Bhara Tours, Herman Rukmanahadi, dan General Manager Thompsons Holiday Angela Wood.

Sejak 2015, pertumbuhan jumlah wisatawan Afrika Selatan yang datang berkunjung ke Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Dari 22.482 wisatawan di tahun 2016 menjadi 47.657 wisatawan pada 2019, demikian yang dikatakan Raden Sigit Witjaksono.

“Hal ini membuktikan bahwa Afrika Selatan dan negara-negara Afrika lainnya telah mulai memperhitungkan Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata favorit,” kata Sigit dalam siaran pers yang diterima Beritadaerah.co.id, Rabu (29/7).

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menuturkan Kemenparekraf/Baparekraf terus berusaha meyakinkan khalayak internasional untuk berkunjung ke Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, and Environmental Sustainability).

Pernyataan Sigit diapresiasi oleh Chief Executive Officer South African Tourism Sisa Nthsona. Sisa menuturkan penerapan protokol CHSE ini ternyata juga dipelajari dan diimplementasikan di berbagai destinasi wisata yang ada di Afrika Selatan.

Ditambahkan oleh Sisa, bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor yang tidak hanya menyumbang pendapatan di negara kami, tapi juga menyerap banyak tenaga kerja. Kami belajar dari Indonesia dan saat ini Afrika Selatan kini juga tengah mencoba menerapkan protokol kesehatan di destinasi wisata.

Pemilik sekaligus Managing Director Bhara Tours Herman Rukmanahadi menuturkan banyak wisatawan yang menggunakan jasanya berasal dari Afrika Selatan dan mengajak seluruh pelaku wisata baik di Indonesia maupun di Afrika Selatan untuk terus mempromosikan potensi wisata yang ada di negara masing-masing.

Hal senada juga diungkapkan General Manager Thompsons Holiday, Angela Wood. Menurut Angela, ditutupnya sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19 tidak boleh menjadi alasan bagi para pelaku pariwisata untuk berhenti mempromosikan potensi wisata di negaranya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Afrika Selatan merangkap Botswana, Eswatini, dan Lesotho (Pretoria), Salman Al Farisi meyakini baik Indonesia dan Afrika Selatan dapat saling membantu dan bekerja sama di sektor pariwisata.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About Fu Handi

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).