Presiden Jokowi: Postur APBN 2021, Pemulihan Ekonomi Indonesia Tergolong Tercepat

(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas (Ratas) hari ini di Istana Kepresidenan – Bogor, membahasakan Rancangan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021.

Dalam arahannya, Presiden menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, bahwa situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis, penuh dengan ketidakpastian. Beberapa lembaga keuangan dunia selalu merevisi prediksi-prediksi atas pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 maupun perkiraan di 2021.

Meskipun di tahun 2021 IMF, Bank Dunia, maupun OECD meyakini bahwa perekonomian akan mulai tumbuh positif di tahun 2021. Dan IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen, Bank Dunia 4,2 persen, dan OECD 2,8-5,2 persen. Dan Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Jika proyeksi ini benar, Presiden mengatakan  patut kita syukuri. Namun, harus tetap waspada kemungkinan dan antisipasi terhadap risiko terjadinya gelombang kedua (second wave).

Kedua, angka-angka indikator ekonomi makro harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat, hati-hati, optimis. Harus optimis tapi juga harus realistis dengan mempertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini.  “Kita juga harus memastikan prioritas untuk 2021 dan juga pelebaran defisit untuk APBN 2021 yang difokuskan dalam rangka pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor, terutama reformasi di bidang kesehatan, reformasi pangan, energi, pendidikan, dan juga percepatan transformasi digital”, demikian ungkap Presiden.

Poin ketiga, Presiden Jokowi melanjutkan, APBN hanya berkontribusi kurang lebih 14,5 (persen) pada PDB negara. Oleh sebab itu, dalam situasi krisis seperti ini belanja pemerintah menjadi instrumen utama untuk daya ungkit. Tapi juga, agar sektor swasta, UMKM bisa pulih kembali, mesin penggerak ekonomi ini harus diungkit dari APBN yang terarah, yang tepat sasaran.

Dan yang terakhir, Kepala Negara menekankan lagi walaupun menghadapi situasi sulit, tidak boleh melupakan agenda-agenda besar, agenda-agenda strategis besar yakni langkah-langkah untuk bisa kita keluar dari middle income trap. Sejak 1 Juli 2020 Indonesia telah masuk pada predikat upper middle-income country. Namun, tantangan untuk keluar dari middle income trap ini masih besar dan panjang.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Emy Trimahanani

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center