Pantai Likupang (Photo: Tiurlan/Kontributor BD)

Industri Pariwisata Di Era New Normal Memprioritaskan Protokol Kesehatan

Di era New Normal ini Industri Pariwisata saat ini telah memasuki masa new normal dengan dibukanya beberapa destinasi wisata disertai penerapan protokol kesehatan khusus new normal. Dan pemerintah sendiri merencanakan tetap akan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menjadi proyek strategis nasional (PSN) yaitu pembangunan 5 destinasi wisata prioritas yang meliputi Danau Toba, Mandalika, Borobudur, Labuan Bajo dan Likupang di Sulawesi Utara. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pemerintah menganggarkan Rp6,4 triliun untuk menggarap 5 destinasi wisata prioritas ini.

Saat ini industri pariwisata nasional menyatakan bahwa mereka sudah siap menyambut new normal dengan mengedepankan beberapa prosedur baru. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA) Rusmiati mengatakan, pihaknya telah melakukan survey kepada seluruh anggotanya dalam menggerakkan berbagai kebijakan dalam menghadapi new normal. Adapun survey yang telah dilakukan menghasilkan bahwa seluruh anggota mereka akan menekankan protokol kesehatan, kebersihan, keselamatan, dan juga keamanan baik di sisi pekerja maupun wisatawan. “SOP nasional akan diterapkan dan disesuaikan dengan peraturan di daerah atau negara yang akan dikunjungi.

Beberapa destinasi wisata dan industri pariwisata di Indonesia mulai membuka diri menyambut kunjungan wisatawan selama “New Normal”. Diantaranya hotel, café, restauran, resor, wisata pantai, dan lain-lain. Yang menjadi target utamanya adalah kunjungan dari masyarakat lokal.

Dalam hal ini Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Pemerintah di daerah mendorong masyarakat untuk berwisata dalam kota atau “staycation” atau “holistay” dengan membubuhkan tanda pagar #DiIndonesiaaja #DiJakartasaja #LawanCorona #NewNormal dan sebagainya di status media jejaring sosial. Yaitu untuk menarik wisatawan berwisata di kotanya sendiri, dimana tidak memerlukan biaya transportasi yang mahal.

Untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan, Pemerintah bersama pelaku industri pariwisata di daerah telah mempersiapkan Standard of Procedure (SOP) dalam melayani wisatawan selama masa Covid-19 untuk pengelolaan di restauran, café, toko souvenir, dan objek wisata lainnya.

Dalam tatanan kehidupan baru di era “New Normal” kita harus siap menghadapinya bersama dengan tetap menyesuaikan diri melalui gaya hidup baru sesuai Protokol Kesehatan dalam menunjang kehidupan berkesinambungan dan produktivitas perekonomian. Juga harus bersiap menyambut tatanan kehidupan baru untuk menghindari dampak negatif pandemi Covid-19 secara berkelanjutan, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk bangkit kembali membangun aspek sosial dan perekonomian yang terpuruk karena pandemic covid19 ini.

Penerapan Protokol Kesehatan harus menjadi prioritas, seperti menjaga jarak “physical distancing”, menghindari keramaian, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, serta berupaya untuk menjaga kesehatan tubuh kita.

 

Debbie Kusuma/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About Debbie Kusuma